Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan bahwa Ibu Kota tampil lebih meriah dan penuh warna dalam menyambut Tahun Baru Imlek 2026. Berbagai dekorasi, festival budaya, hingga pertunjukan seni disiapkan untuk menghadirkan suasana yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh warga.
Menurutnya, perayaan Imlek tahun ini terasa lebih semarak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bahkan menggelar lomba pemasangan lampion yang diikuti oleh 98 gedung.
"Jadi menyambut Imlek kali ini tempat perayaannya menjadi lebih banyak. Bahkan kami melombakan untuk lampu lampion dan sebagainya ternyata diikuti oleh 98 gedung. 98 Bu ya? Dan sekarang ini kan sudah mulai dipasang di SCBD, beberapa di Sudirman Thamrin dan sebagainya," ucap Pramono di Jakarta Pusat, Jumat, 6 Februari 2026.
Untuk menyemarakkan Imlek 2026, Pemprov DKI bekerja sama dengan Pemerintah Pusat menghadirkan sejumlah agenda special, pada 28 Februari 2026 diglar Perayaan Imlek di Lapangan Banteng. 3 Maret 2026 Perayaan Cap Go Meh di kawasan Glodok Pecinan, dan ada atraksi Barongsai serta Light Festival di sepanjang Sudirman–Thamrin.
Tak hanya itu, ikon shio Kuda berukuran besar akan dipasang di Bundaran HI sebagai daya tarik utama. Instalasi tersebut dilengkapi tata cahaya spektakuler yang diproyeksikan menjadi spot favorit masyarakat untuk berfoto. Konsepnya disebut akan menyerupai kemeriahan Jakarta Light Festival saat perayaan Natal dan Tahun Baru, yang sebelumnya sukses menarik perhatian publik.
"Nanti ada apa kuda, shio kuda di Bundaran HI yang gede banget lah. Dan lighting-nya mudah-mudahan akan membuat orang untuk datang dan foto-foto seperti kemarin Jakarta Light Festival menyambut Christmas," tutup Pramono Anung.
Tak hanya fokus pada Imlek, Pemprov DKI juga menyiapkan transformasi suasana kota menjelang bulan suci Ramadan 2026. Pramono menyebut, mulai tanggal 18 nanti, Jakarta akan kembali berganti wajah dengan nuansa religi yang lebih kuat hingga perayaan Idulfitri.
Baca Juga: Pramono Gelar Ratas Khusus Finalisasi TransJabodetabek Blok M-Bandara Soetta
"Dan kami sudah menyiapkan nanti begitu tanggal 17 masuk ke 18, 18 adalah Ramadan, Jakarta total akan berubah wajah menyambut Ramadan," ungkapnya.
Dengan periode Ramadan yang lebih panjang hingga Idulfitri, rangkaian kegiatan akan diperluas agar masyarakat dapat menikmati suasana kebersamaan dan semarak perayaan.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)