Pramono Gelar Ratas Khusus Finalisasi TransJabodetabek Blok M-Bandara Soetta

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Feb 2026, 11:25
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung segera menggelar rapat terbatas (ratas) khusus untuk memfinalisasi rute TransJabodetabek Blok M-Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

Rute anyar ini ditargetkan segera diresmikan pekan depan sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas transportasi publik Jakarta dan sekitarnya.

Pramono mengatakan, rapat tersebut difokuskan pada pembahasan hasil akhir operasional layanan TransJabodetabek yang menghubungkan kawasan Blok M dengan Bandara Soetta.

"Hari ini kebetulan kita ada ratas khusus untuk finalisasi TransJabodetabek yang dari Blok M ke Soekarno-Hatta," ucapnya di Jakarta Utara, Kamis, 5 Februari 2026.

Terkait tarif, Pramono memastikan tidak ada perubahan. Penumpang tetap dikenakan tarif Rp2.000 sebelum pukul 06.00 WIB dan Rp3.500 setelah pukul 06.00 WIB. Skema tarif tersebut dinilai masih sangat terjangkau bagi masyarakat luas.

Transjabodetabek rute PIK 2-Blok M <b>(Ntvnews.id/ Adiansyah)</b> Transjabodetabek rute PIK 2-Blok M (Ntvnews.id/ Adiansyah)

Untuk tahap awal, sebanyak 20 armada bus disiapkan melayani trayek Blok M-Bandara Soetta. Dengan jumlah tersebut, interval kedatangan bus diperkirakan setiap 5 hingga maksimal 10 menit.

Pramono juga menanggapi keluhan masyarakat terkait waktu tunggu bus yang dinilai cukup lama. Menurutnya, kondisi cuaca hujan serta lonjakan signifikan pengguna transportasi umum menjadi faktor utama.

"Orang naik transportasi umum di Jakarta sekarang meningkat dengan pesat. Karena apa? 15 golongan kami gratiskan. Itulah yang menyebabkan kemudian orang sekarang, naik transportasi umum itu menjadi habit baru," terangnya.

Menjawab pertanyaan soal penambahan armada, Pramono memastikan hal tersebut akan dilakukan secara bertahap. Bahkan, ia menargetkan transformasi besar transportasi Jakarta ke depan.

"Oh pasti, pasti. Bahkan target saya di tahun 2029, 10.000 bus Jakarta itu sudah bus electric," tutup Pramono Anung.

x|close