Gajah Sumatera Ditemukan Tewas Tanpa Kepala di Pelalawan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Feb 2026, 14:20
thumbnail-author
Zaki Islami
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Gajah Sumatera Ditemukan Tewas Tanpa Kepala di Pelalawan Gajah Sumatera Ditemukan Tewas Tanpa Kepala di Pelalawan (ANTARA/HO-Polda Riau)

Ntvnews.id, Jakarta - Seekor gajah sumatera ditemukan dalam kondisi mengenaskan tanpa kepala di kawasan konsesi hutan tanaman industri di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Satwa dilindungi dengan nama latin Elephas maximus sumatranus itu kuat diduga menjadi korban perburuan gading.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Polres Pelalawan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di area konsesi PT RAPP, Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga. Proses pemeriksaan melibatkan tim Polres Pelalawan, Bidlabfor dan Ditkrimsus Polda Riau, Polisi Kehutanan, BKSDA, serta pihak PT RAPP.

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara menjelaskan, gajah tersebut ditemukan dalam kondisi kepala terpotong dan posisi tubuh seperti sedang duduk. Pihak kepolisian masih mendalami penyebab kematian satwa dilindungi tersebut.

Gajah Sumatera <b>(treehugger)</b> Gajah Sumatera (treehugger)

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian gajah ini, termasuk olah TKP dan pengambilan keterangan dari para saksi,” ujar John dalam keterangan resminya di Pelalawan, Kamis 5 Februari 2026, dilansir Antara.

Ia menambahkan, tim Bidlabfor Polda Riau telah mengambil sampel tanah di sekitar lokasi kejadian untuk keperluan uji laboratorium. Sementara itu, pihak PT RAPP juga berkoordinasi dengan kepolisian guna membantu proses penyelidikan.

Baca Juga: BPBD DIY Catat 40 Warga Dirawat Usai Gempa Pacitan

Gajah tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang saksi bernama Winarno pada Senin malam, 2 Februari 2026. Saat itu, ia mencium bau busuk menyengat dari dalam hutan sebelum akhirnya menemukan bangkai gajah tersebut.

“Saya tidak tahu apa yang terjadi, tapi langsung melaporkannya ke pihak keamanan,” kata Winarno.

Sehari kemudian, Kasat Reskrim Polres Pelalawan bersama Polsek Ukui langsung mendatangi lokasi. Pada 3 Februari, tim gabungan yang terdiri dari Reskrim Polres Pelalawan, Polsek Ukui, Ditkrimsus dan Labfor Polda Riau, serta BKSDA melakukan nekropsi di lokasi kejadian.

Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung. Kepolisian berharap dapat segera mengungkap dan menangkap pelaku yang bertanggung jawab atas kematian gajah tersebut.

“Kami akan terus berupaya melindungi satwa liar yang ada di wilayah kami,” tegas Kapolres.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila mengetahui atau menemukan tindak pidana, baik dengan mendatangi kantor polisi terdekat maupun melalui layanan Call Center 110.

x|close