Tito Karnavian Resmikan 1.300 Huntara untuk Korban Bencana Sumatera

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Feb 2026, 14:56
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tangkapan Layar - Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian meresmikan pembangunan 1.300 unit hunian sementara di delapan kabupaten dan kota terdampak bencana di tiga provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kamis, 5 Februari 2026. ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo. Tangkapan Layar - Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian meresmikan pembangunan 1.300 unit hunian sementara di delapan kabupaten dan kota terdampak bencana di tiga provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kamis, 5 Februari 2026. ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, meresmikan pembangunan 1.300 unit hunian sementara (huntara) di delapan kabupaten dan kota terdampak bencana pada Kamis, 5 Februari 2026.

Dalam peresmian yang diikuti dari Jakarta, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan bahwa hunian sementara ini diresmikan mewakili Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana.

Sebaran 1.300 unit huntara tersebut meliputi Kabupaten Tapanuli Selatan (250 unit), Tapanuli Utara (40 unit), Tapanuli Tengah (112 unit) di Sumatera Utara; Aceh Tamiang (58 unit), Aceh Timur (308 unit), Aceh Utara (84 unit), Pidie Jaya (410 unit) di Aceh; serta Tanah Datar di Sumatera Barat (38 unit).

Tito menjelaskan bahwa huntara diperuntukkan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat atau bahkan hilang sehingga tidak dapat ditempati dalam waktu dekat.

Baca Juga: Melihat Kehidupan Warga Terdampak Bencana di Hunian Sementara

Menurutnya, penyediaan hunian sementara merupakan bagian dari skema perlindungan dasar agar masyarakat tidak terlalu lama tinggal di tenda pengungsian.

Pemerintah pusat menargetkan pembangunan huntara ini dapat meminimalkan risiko kesehatan dan sosial akibat pengungsian yang berkepanjangan.

Tito menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh warga terdampak bencana mendapatkan tempat tinggal yang layak selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi berlangsung.

"Pengungsi berangsur-angsur berkurang sampai ke angka 106 ribu dalam keadaan kita saat ini. Nah kemudian selama kita melakukan berbagai kerja yang sangat keras, baik dari pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah, dan juga didukung oleh banyak relawan, kita melihat hasil yang cukup baik saat ini," kata Mendagri Tito Karnavian.

Baca Juga: Potret Bangunan Hunian Sementara Aceh Tamiang Dilihat dari Udara, Tertata Rapi dan Bersih

(Sumber: Antara) 

x|close