Momen Alat Berat Membelokkan Aliran Sungai dan Membuat Tanggul Agar Tak Meluap ke Permukiman di Aceh

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Feb 2026, 20:00
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Proses pemindahan aliran sungai di Aceh, pada Selasa, 3 Februari 2026. Proses pemindahan aliran sungai di Aceh, pada Selasa, 3 Februari 2026. (Istimewa)

Ntvnews.id, Aceh Barat - Bencana banjir yang melanda Aceh pada akhir November 2025 lalu membuat aliran sungai berbelok dan melebar. Untuk mengembalikan lagi aliran, anggota TNI Angkatan Darat melakukan pemindahan aliran sungai.

Pantauan di lapangan pada Selasa, 3 Februari 2026, TNI menurunkan buldoser perayap (crawler dozer) berjenis D9T di sebuah sungai di Desa Jambak, Kecamatan Pante Cermin, Kabupaten Aceh Barat. Alat berat ini dikerahkan untuk memindahkan aliran sungai.

Buldoser itu tampak tengah memindahkan serta meratakan tanah agar air sungai tak lagi meluap ke permukiman warga.

TNI juga menurunkan alat berat lain, yakni ekskavator untuk menggali parit, mengeruk sungai, serta memindahkan bebatuan. Kedua alat berat itu juga dikerahkan untuk pembuatan tanggul agar air tak meluber.

Di desa ini, ekskavator juga dikerahkan untuk membuat jalan yang sempat tertutup akibat bencana longsor.

Baca Juga: Aceh Masuki Fase Pemulihan, Pemerintah Percepat Huntara untuk Warga Terdampak

Buldoser perayap dan ekskavator juga diturunkan untuk melakukan pembersihan sisa lumpur di Desa Kubu, Kecamatan Keusangan Siblah Kreung, Kabupaten Bireuen.

Buldoser bertugas melakukan pengerasan tanah yang menjadi pemisah antara ruas jalan dengan aliran sungai. Sedangkan ekskavator diterjunkan untuk mengangkut material tanah yang menghalangi ruas jalan.

Di Desa Tansaran, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah sejumlah anggota TNI melakukan pembersihan jalan dengan menggunakan sekop dan gerobak sorong.

Kegiatan pembuatan parit dan pembukaan jalan juga dilakukan di Desa Sahraja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Tanah masih membubung dan dua alat berat terus mencoba membersihkannya agar ruas jalan kembali bisa digunakan.

Pembersihan ruas jalan dari lumpur juga dilakukan di Desa Sekumur, Aceh Tamiang. Tampak ekskavator mengangkut tanah dan potongan kayu yang menghalangi jalan.

Baca Juga: Gotong Royong dan Ketulusan TNI Hidupkan Lagi Rumah Warga di Aceh

x|close