Ntvnews.id, Jakarta - Nama Juda Agung kembali menjadi sorotan setelah langkah mengejutkannya mengundurkan diri dari jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia. Kepergiannya dari bank sentral langsung memunculkan spekulasi luas bahwa dirinya tengah dipersiapkan untuk posisi strategis di kabinet, termasuk disebut-sebut sebagai kandidat kuat Wakil Menteri Keuangan.
Bank Indonesia sudah memastikan bahwa Juda memang telah menyerahkan pengunduran diri kepada Presiden. Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan hal tersebut dalam pernyataan resminya.
"Kami mengkonfirmasi bahwa Deputi Gubernur Bank Indonesia, Bapak Juda Agung, telah mengajukan pengunduran diri kepada Presiden RI, terhitung sejak tanggal 13 Januari 2026,” ujar Ramdan dalam rilis pada Senin, 19 Januari 2026.
Di sisi lain, proses untuk mengisi kursi yang ditinggalkan Juda kini bergulir. Presiden Prabowo Subianto akan mengajukan nama pengganti setelah melalui mekanisme persetujuan DPR. Ramdan juga menambahkan bahwa "Gubernur Bank Indonesia telah merekomendasikan calon kepada Presiden."
Baca Juga: Breaking News: Calon Wamenkeu Juda Agung Datangi Istana Lengkap dengan Jas dan Dasi Biru
Meski dinamika di BI terus berjalan, perhatian publik kini lebih tertuju pada rekam jejak Juda Agung yang membuatnya dianggap layak naik kelas ke jabatan strategis di Kementerian Keuangan.
Perjalanan Akademis dan Karier Juda Agung
Juda lahir di Pontianak pada 1964 dan menamatkan pendidikan Teknologi Pertanian di Institut Pertanian Bogor pada 1987. Ia kemudian mengambil studi lanjutan di University of Birmingham, meraih gelar Master Money, Banking and Finance (1995) dan PhD Economics (1999).
Kariernya di BI dan institusi internasional tergolong panjang. Ia pernah menjabat Asisten Gubernur bidang Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial (2020–2022), serta Direktur Eksekutif di IMF Washington DC (2017–2019).
Penunjukannya sebagai Deputi Gubernur BI ditegaskan lewat Keputusan Presiden RI Nomor 147/P Tahun 2021, dengan masa tugas seharusnya hingga 2027. Kombinasi pengalaman domestik dan internasional inilah yang membuat Juda dinilai layak mengemban peran strategis di Kementerian Keuangan.
Laporan Kekayaan
Dalam LHKPN periodik tahun pelaporan 2024 (disampaikan 10 Maret 2025), Juda tercatat memiliki total kekayaan Rp56,08 miliar. Komposisinya didominasi tanah dan bangunan Rp21,52 miliar di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Bogor.
Baca Juga: DPR Usut Pungutan Rp1,2 Juta di SD NTT yang Siswanya Bunuh Diri
Ia juga memiliki alat transportasi dan mesin Rp2,02 miliar, surat berharga Rp22,31 miliar, serta kas dan setara kas Rp11,88 miliar. Setelah dikurangi utang Rp1,65 miliar, nilai bersih kekayaannya mencapai Rp56.084.744.920.
Ketua Komisi XI, Muhammad Misbakhun, memastikan DPR telah menerima Surat Presiden untuk calon pemegang kursi Deputi Gubernur BI.
"Surpres sudah (kami terima). Kemudian Komisi XI ditugaskan untuk melakukan fit and proper test, dan saya sudah minta kepada sekretariat untuk mengatur jadwal," ujar Misbakhun. Ia menambahkan, "Pokoknya minggu ini."
Nama-nama yang diajukan adalah Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solikin M. Juhro. Dengan rekam jejak dalam stabilitas sistem keuangan, makroprudensial, serta pengalaman internasional di IMF, Juda Agung dipandang sebagai figur yang siap mengambil peran strategis di sektor fiskal.
Mundurnya dari BI di tengah masa jabatan yang masih panjang semakin memperkuat dugaan bahwa ia sedang dipersiapkan memasuki posisi kunci di pemerintahan.
Bank Indonesia (BI) buka suara terkait Juda Agung mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur BI.