Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, kebijakan Gentengisasi menjadi bagian dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam pengembangan perumahan ke depan, termasuk rumah rakyat dan masyarakat berpenghasilan rendah.
AHY menjelaskan, gagasan gentengisasi mencuat dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Sentul, yang menekankan pentingnya mewujudkan Gerakan Indonesia Asri. Konsep “Asri” sendiri memiliki makna mendalam, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
"Memang ada harapan sekaligus juga arahan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia itu harus semakin Asri. Ada gerakan indonesia Asri," ucap AHY usai memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Strategis Program Transformasi Transmigrasi Tahun 2026 di Kantor KemenkoInfra, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.
Dalam arahannya, Prabowo kata AHY, menilai penggunaan genteng lebih unggul dibandingkan atap seng. Selain mampu mengurangi panas di dalam rumah, genteng juga dinilai lebih awet serta tidak mudah mengalami korosi atau karat.
"Nah itulah mengapa beliau berharap genteng itu juga akan menambah selain fungsinya ya, kalau seng beliau mengatakan biasanya lebih panas kemudian juga bisa korosif atau berkarat dan lain sebagainya ketahanannya begitu ya," terangnya.
AHY (NTVNews.id/Adiansyah)
Baca Juga: AHY Ingatkan Dampak Konflik Iran terhadap Stabilitas Ekonomi Dunia di NEO 2026
Program gentengisasi akan terintegrasi dengan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), yang selama ini dikenal sebagai program bedah rumah. Melalui BSPS, pemerintah tidak hanya memperbaiki struktur bangunan, tetapi juga meningkatkan kualitas sanitasi, MCK, hingga mengganti atap rumah yang sudah rusak dengan genteng yang lebih layak.
"Memang ada arahan untuk pengembangan perumahan kedepan termasuk rumah rakyat, rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah misalnya termasuk pada program renovasi. Ada yang namanya BSPS, ini bisa dikatakan semacam program bedah rumah atau renovasi rumah rakyat yang salah satu elemennya selain tentu yang lain-lain dibenahi apakah sanitasinya, MCK-nya, tapi juga kalau rusak atapnya diganti dengan genteng yang lebih baik," ungkapnya.
Ia menambahkan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Menteri Pekerjaan Umum telah menerima arahan yang jelas dari Presiden untuk mengawal kebijakan tersebut hingga ke lapangan.
"Saya ingin terus mendorong juga dan tentunya mengkoordinasikan hal-hal yang perlu dikawal di lapangan," ujar AHY.
Terkait besaran anggaran program gentengisasi, AHY menyebut pemerintah masih melakukan penghitungan secara menyeluruh.
AHY (NTVNews.id/Adiansyah)