AHY Soroti Greenland, Mineral Kritis dan Arktik Jadi Rebutan Kekuatan Dunia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Feb 2026, 15:44
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (NTVNews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti Greenland sebagai contoh nyata bagaimana persaingan global hari ini tidak lagi semata soal militer, melainkan perebutan sumber daya strategis dan posisi geopolitik.

Dalam forum Nusantara Economic Outlook (NEO) 2026, AHY menjelaskan bahwa Greenland kini menjadi kawasan yang semakin menarik perhatian kekuatan besar dunia. Bukan tanpa alasan, wilayah tersebut menyimpan mineral kritis dan rare earth yang sangat dibutuhkan untuk pengembangan teknologi masa depan, mulai dari energi bersih hingga industri pertahanan.

“Kenapa Greenland tiba-tiba menjadi sangat strategis? Karena di sanalah tersimpan sumber daya mineral penting yang akan menentukan arah teknologi dan kekuatan ekonomi global,” kata AHY.

Selain faktor mineral, AHY menekankan posisi Greenland yang berada di kawasan Arktik juga memiliki nilai strategis tinggi. Perubahan iklim membuka jalur pelayaran baru di wilayah utara, menjadikan Arktik sebagai jalur perdagangan dan logistik global yang kian diperebutkan.

Menurut AHY, dinamika ini menunjukkan bahwa geopolitik modern bergerak ke arah yang lebih kompleks. Penguasaan wilayah tidak lagi selalu dilakukan melalui perang terbuka, tetapi melalui tekanan politik, ekonomi, dan pengaruh strategis atas sumber daya alam.

Baca Juga: AHY Sebut Venezuela Jadi Contoh Ekstrem Dunia yang Abaikan Aturan Internasional

Ia mengingatkan bahwa ketegangan di kawasan seperti Greenland berpotensi menggeser tatanan dunia yang selama ini dikenal. Jika aturan internasional diabaikan demi kepentingan strategis, dunia bisa memasuki fase new world order yang jauh lebih tidak stabil.

“Ini menjadi alarm bagi semua negara, termasuk Indonesia, bahwa kekuatan hari ini ditentukan oleh siapa yang menguasai sumber daya strategis dan jalur ekonomi penting,” ujar AHY.

Meski Indonesia berada jauh dari kawasan Arktik, AHY menegaskan dampaknya tetap bisa dirasakan. Ketegangan global di wilayah strategis akan berpengaruh pada rantai pasok, harga energi, hingga stabilitas ekonomi dunia, yang pada akhirnya berdampak langsung ke dalam negeri.

Karena itu, AHY menekankan pentingnya Indonesia memperkuat ketahanan nasional dan kemandirian di sektor-sektor strategis. Menurutnya, negara yang tidak siap menghadapi perubahan geopolitik global berisiko menjadi pihak yang dirugikan.

“Dunia semakin keras. Negara yang kuat akan menentukan arah, sementara yang lemah hanya bisa menerima akibatnya,” tegas AHY.

Ia menutup dengan menekankan bahwa pembangunan nasional, termasuk infrastruktur, energi, dan penguasaan teknologi harus dipandang sebagai strategi jangka panjang agar Indonesia tidak sekadar menjadi penonton dalam persaingan global yang kian tajam.

x|close