Menang Telak Pemilu, PM Takaichi Dorong Revisi Konstitusi Antiperang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Feb 2026, 16:29
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip - Sanae Takaichi berbicara dalam kampanye pemilihan ketua Partai Demokrat Liberal (LDP) di Tokyo, Jepang (22/9/2025). Arsip - Sanae Takaichi berbicara dalam kampanye pemilihan ketua Partai Demokrat Liberal (LDP) di Tokyo, Jepang (22/9/2025). (ANTARA)

Ntvnews.id, Karachi/Istanbul - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada Minggu, 8 Februari 2026 menyerukan perlunya pembahasan revisi Konstitusi Jepang yang menolak perang, menyusul kemenangan besar partainya dalam pemilihan umum legislatif.

Partai Demokrat Liberal (LDP) berhasil mengamankan sedikitnya dua pertiga kursi di majelis rendah yang beranggotakan 465 orang. Berdasarkan proyeksi Kyodo News, perolehan tersebut meningkat dari 198 kursi sebelum pemilu dan melampaui ambang mayoritas 233 kursi. Lebih dari 1.270 kandidat bersaing memperebutkan kursi Dewan Perwakilan Rakyat Jepang dalam pemilu tersebut.

Hasil itu menjadikan LDP sebagai partai pertama di era pascaperang yang menguasai dua pertiga kursi majelis rendah sejak Perang Dunia II. Takaichi menyatakan tidak berencana melakukan perombakan besar di jajaran kabinetnya dan kembali mendorong dimulainya debat mengenai revisi Konstitusi Jepang yang diadopsi pasca-Perang Dunia II, yang selama ini menetapkan kebijakan keamanan berorientasi murni pada pertahanan.

Takaichi juga menyambut dukungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang disampaikan sebelum hari pemungutan suara.

Baca Juga: Jepang Gelar Pemilu Kilat di Tengah Salju

“Potensi aliansi AS-Jepang tidak terbatas,” tulis Takaichi di platform media sosial X, seraya menambahkan bahwa "aliansi dan persahabatan dengan Amerika Serikat dibangun atas dasar kepercayaan yang mendalam serta kerja sama yang erat dan kuat".

Di sisi lain, hasil pemilu tersebut menjadi pukulan bagi aliansi oposisi utama yang baru dibentuk, Aliansi Reformasi Sentris atau Centrist Reform Alliance (CRA). Dua pimpinan aliansi, Yoshihiko Noda dan Tetsuo Saito, memberi sinyal akan mengundurkan diri setelah perolehan kursi CRA terpangkas setengah dari 167 kursi sebelum pemilu.

CRA dibentuk pada Januari 2026 melalui penyatuan anggota majelis rendah dari Partai Demokrat Konstitusional Jepang (CDPJ) dan Partai Komeito, yang sebelumnya mengakhiri koalisi selama 26 tahun dengan LDP pada Oktober 2025.

Baca Juga: Takato Ishida Jadi Gubernur Termuda di Jepang, Menang Pemilu Tanpa Partai

Pemungutan suara dimulai pukul 07.00 waktu setempat atau 05.00 WIB dan berakhir pukul 20.00 waktu setempat atau 18.00 WIB. Lebih dari 104 juta pemilih terdaftar berhak memberikan suara. Pemungutan suara awal telah berlangsung sejak 28 Januari hingga 7 Februari 2026, dengan lebih dari 20 juta pemilih telah menggunakan hak pilihnya.

Menurut Jiji Press, tingkat partisipasi pemilih dalam pemilu kali ini diperkirakan mencapai sekitar 55,68 persen. Dari total 465 kursi DPR Jepang, sebanyak 289 kursi diperebutkan melalui daerah pemilihan, sementara 176 kursi lainnya dialokasikan secara proporsional berdasarkan perolehan suara partai di 11 blok perwakilan nasional.

Dewan Perwakilan Rakyat Jepang, yang merupakan majelis rendah Parlemen Jepang, dibubarkan pada Januari 2026 oleh Takaichi guna memperoleh mandat publik yang baru.

(Sumber: Antara) 

x|close