Jepang Gelar Pemilu Kilat di Tengah Salju

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Feb 2026, 09:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Bendera Jepang Bendera Jepang (Antara)

Ntvnews.id, Tokyo - Jepang menggelar pemilihan umum kilat. Perdana Menteri Sanae Takaichi berharap momentum awal yang positif dapat berujung pada kemenangan besar di kotak suara, yang berpotensi memicu reaksi keras dari China dan mengguncang pasar keuangan global.

Dikutip dari AFP, Senin, 9 Februari 2026, survei opini publik menunjukkan Partai Demokrat Liberal (LDP) yang dipimpin Takaichi, yang hampir terus berkuasa selama beberapa dekade, diperkirakan akan meraih lebih dari 233 kursi yang diperlukan untuk kembali menguasai mayoritas di majelis rendah beranggotakan 465 kursi.

Hujan salju lebat melanda sejumlah wilayah pada hari pemungutan suara, termasuk Tokyo dan daerah lain yang jarang mengalami salju di musim dingin. Meski demikian, seorang warga mengaku tetap antusias mendatangi tempat pemungutan suara di tengah kondisi cuaca ekstrem tersebut.

"Saya rasa penting untuk datang, agar kita juga bisa berpartisipasi dalam politik dengan baik," kata seorang wanita berusia 50 tahun yang hanya menyebutkan nama belakangnya sebagai Kondo, di dekat TPS di Tokyo.

Baca Juga: Pelatih Jepang: Indonesia Punya Peluang Besar untuk Juara

Warga lainnya mengaku menghadapi kesulitan menuju lokasi pemungutan suara akibat salju yang menumpuk. Pemilu ini menjadi yang pertama digelar pada bulan Februari bersalju dalam beberapa dekade terakhir di Jepang.

"Saya kesulitan menemukan jalan menuju tempat pemungutan suara karena salju menumpuk di sekitarnya, dan sangat sulit untuk sampai di sini dengan kondisi jalan yang buruk," kata seorang pria berusia 70-an di wilayah Aomori, Jepang utara.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berbicara pada konferensi pers di kediaman resmi perdana menteri di Tokyo, Jepang, 19 Januari 2026. (Rodrigo Reyes Marin/Pool via Xinhua) <b>(Antara)</b> Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berbicara pada konferensi pers di kediaman resmi perdana menteri di Tokyo, Jepang, 19 Januari 2026. (Rodrigo Reyes Marin/Pool via Xinhua) (Antara)

"Saya berharap pemilihan diadakan di musim tanpa salju," katanya.

Para analis politik bahkan memperkirakan, meski dengan kehati-hatian karena masih ada pemilih yang belum menentukan pilihan dan faktor cuaca musim dingin, bahwa LDP bersama mitra koalisinya dapat mengamankan sekitar 310 kursi, jumlah yang cukup untuk memperoleh mayoritas dua pertiga.

Capaian tersebut berpotensi menjadi hasil terbaik bagi LDP sejak 2017, ketika mentor Takaichi, mendiang mantan perdana menteri Shinzo Abe, mencatatkan perolehan serupa.

x|close