Alasan Pramono Tak Masuk Gorong-Gorong saat Aksi Bersih-Bersih Jakarta

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Feb 2026, 10:41
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama mantan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla dalam kegiatan kerja bakti massal di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu, 8 Februari 2026. ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta/a Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama mantan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla dalam kegiatan kerja bakti massal di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu, 8 Februari 2026. ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta/a (Antara)

Ntvnews.id, JakartaGubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan dirinya tidak berniat turun langsung masuk ke gorong-gorong saat mengikuti kerja bakti massal karena dibesarkan dalam tradisi teknokrasi yang mengedepankan pemikiran dan perencanaan.

"Tadi, saya sambil bercanda sama Pak JK 'Pak JK, kita ini dibesarkan dalam teknokrasi. Pasti Pak JK dan saya tak mau masuk gorong-gorong, tapi yang bekerja adalah pikiran dan otaknya'. Pak JK ketawa," kata Pramono kepada wartawan di sela aksi kerja bakti massal di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu, 9 Februari 2026.

Pramono yang saat itu berdiri di samping Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla menyebutkan dirinya sebenarnya tidak keberatan jika harus masuk gorong-gorong. Namun, ia menilai hal tersebut justru akan menjadi sorotan tersendiri bagi awak media.

"Sekali-sekali Gubernur DKI, masuk gorong-gorong, saya mau aja Pak, tapi nanti wartawan malah kaget, kalau saya masuk gorong-gorong," ujar Pramono berkelakar.

Dalam kegiatan kerja bakti massal tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan total 171.134 petugas gabungan serta melibatkan potensi masyarakat dari berbagai unsur. Kegiatan dilakukan secara serentak di 44 kecamatan dan 267 kelurahan dengan partisipasi BUMD, masyarakat, hingga pihak perusahaan.

Baca Juga: Pramono: Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Diluncurkan Sebelum Lebaran

"(Melaksanakan kerja bakti) Di 44 kecamatan, 267 kelurahan dan juga tentunya ada partisipasi dari BUMD, masyarakat, perusahaan, dan sebagainya. Dan sekarang ini secara serentak dilakukan bersih-bersih Jakarta. Jumlah yang terlibat secara keseluruhan adalah 171.134 orang," kata Pram.

Pramono menambahkan, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, termasuk Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta dan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya. Keterlibatan itu, menurutnya, merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI saat Rapat Koordinasi Nasional.

"Semua Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) terlibat secara bersama-sama. Ini juga menindaklanjuti apa yang menjadi arahan Presiden RI ketika Rakornas (Rapat Koordinasi Nasional) kemarin," ujar Pram.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menjelaskan bahwa fokus utama kerja bakti massal kali ini adalah pengurasan dan pembersihan saluran air guna meningkatkan kapasitas tampung serta mencegah penyumbatan akibat sampah.

Baca Juga: Pramono Terbitkan Pergub Pengawasan Air Tanah, Gedung-gedung di Jakarta Kini Diawasi Ketat

"Karena yang namanya 'fogging' (pengasapan) itu juga belum tentu bisa mengurangi jentik-jentik. Jentik-jentik paling efektif kalau kita bersihkan lingkungan. Makanya kan dulu kita dengar 3M (menguras, menutup, mengubur/mendaur ulang). Nah, inilah harus kita sampaikan kepada masyarakat," kata Rano.

Selain mengerahkan personel, Pemprov DKI Jakarta juga menurunkan 60 unit alat berat dan 144 truk pengangkut untuk menangani 66 lokasi prioritas.

Pemprov DKI turut berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia se-DKI Jakarta yang menyediakan hampir lima ribu cangkul, lima ribu sekop, 10 ribu gerobak dorong, serta tiga ribu karung pengangkut sampah.

Setiap kota administrasi mendapatkan masing-masing 1.000 cangkul, 1.000 sekop, 200 gerobak dorong, dan 600 karung. Rano pun mengajak seluruh warga Jakarta untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan.

"Memang tidak bisa dilakukan sendiri, harus kita dilakukan bersama-sama," katanya.

(Sumber: Antara) 

x|close