Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah video yang beredar luas di media sosial memicu kegaduhan publik setelah menarasikan adanya penyekapan terhadap lima karyawan sebuah perusahaan jasa pengiriman di Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Rekaman itu memperlihatkan sekelompok pekerja berada di sebuah ruangan yang diklaim sebagai lokasi mereka dikurung, sehingga memunculkan dugaan kuat adanya tindak perampasan kebebasan. Namun saat aparat turun tangan, gambaran yang muncul ternyata berbeda dari narasi viral tersebut.
Polsek Tanjung Priok memastikan bahwa isu penyekapan yang ramai dibicarakan tidak terbukti. Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok, AKP Handam, menegaskan bahwa ruangan yang disebut sebagai tempat korban dikurung sama sekali tidak memenuhi unsur penyekapan.
“Tidak ada penyekapan di lokasi tersebut. Itu ruangan terbuka dan tidak terkunci,” ujarnya, Senin, 9 Februari 2026.
Baca Juga: Gedung MUI Akan Dibangun 40 Lantai, Disiapkan di Bundaharan HI Bekas Kedubes Inggris
Polisi sudah memeriksa langsung lokasi yang dalam laporan disebut sebagai ruang penyekapan. Dari hasil pengecekan, tidak ditemukan tanda-tanda adanya upaya perampasan kebebasan.
Handam menjelaskan bahwa lima karyawan itu memang berada di ruangan tersebut, namun status mereka bukan disekap, melainkan sedang diamankan sementara oleh pihak keamanan perusahaan.
“Kelima karyawan cuma diamankan dan diinterogasi sama security,” kata Handam.
Informasi awal mengenai dugaan penyekapan ini diterima Unit Reskrim Polsek Tanjung Priok setelah ada laporan dari keluarga salah seorang karyawan. Laporan tersebut disampaikan melalui kantor hukum, lalu diteruskan ke call center Polri 110.
Respons kepolisian berlangsung cepat; petugas langsung mendatangi gudang perusahaan jasa ekspedisi di Kelurahan Papanggo, lokasi yang disebut dalam aduan.
Kasus ini bermula dari dugaan penggelapan barang pelanggan yang diduga melibatkan oknum sopir dan pegawai gudang perusahaan. Perusahaan disebut mengalami kerugian dan meminta pertanggungjawaban para karyawan yang terkait dengan dugaan pelanggaran tersebut. Situasi inilah yang kemudian berkembang menjadi kesalahpahaman yang berujung viral.
Baca Juga: Viral Warga Jakbar Sempat Curiga Pria Gendong Mayat, Ternyata Bawa Biawak
Sementara proses klarifikasi berjalan, pihak perusahaan dan para karyawan telah melakukan komunikasi untuk menyelesaikan masalah secara internal. Kedua belah pihak sepakat menggunakan jalur kekeluargaan tanpa membuat laporan resmi ke polisi.
Meski begitu, pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan tetap berlangsung untuk memastikan duduk perkara baik terkait dugaan penggelapan maupun isu penyekapan yang terlanjur viral.
“Ini masih tunggu konfirmasi pihak tempat karyawan itu bekerja, karena mau kita ambil keterangannya belum bisa,” jelas Handam.
Isu penyekapan yang sempat mengguncang jagat maya akhirnya terungkap sebagai kesalahpahaman setelah polisi turun tangan. Meski demikian, proses pendalaman kasus tetap berlanjut untuk memastikan tidak ada unsur pelanggaran lain yang terlewat.
5 Karyawan Ekspedisi Disekap (Instagram)