Galon Tahun 2012 Masih Beredar, Konsumen Diimbau Waspada BPA dari Kemasan Tua

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Feb 2026, 16:31
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Kemasan galon guna ulang untuk produk air minum. Kemasan galon guna ulang untuk produk air minum. (ANTARA)

Ntvnews.id, Jakarta - Peredaran galon air minum guna ulang yang sudah melewati usia pakainya kembali menjadi sorotan. Di berbagai wilayah, terutama Jabodetabek, kemasan air minum yang seharusnya sudah ditarik dari peredaran justru masih dijual dan digunakan secara luas.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius karena galon yang menua berpotensi melepaskan zat kimia berbahaya bisphenol A (BPA) ke dalam air yang dikonsumsi masyarakat setiap hari.

Investigasi Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) mengungkap fakta mencengangkan, lebih dari separuh galon yang beredar di pasar berusia lebih dari dua tahun. Temuan ini semakin menguat ketika KKI menemukan galon yang bahkan mencapai usia 13 tahun masih dijual bebas kepada konsumen di Bogor.

Dari hasil pemeriksaan terhadap 60 kios, Ketua KKI, David Tobing, menyampaikan bahwa 57 persen galon yang beredar telah melewati batas usia aman, sementara delapan dari 10 galon tampak buram dan kusam, menandakan material plastik mengalami kerusakan.

Baca Juga: Dishub DKI Lakukan Rekayasa Lalu Lintas Imbas Pembangunan JPO Puri Indah Raya

“Temuan kami menunjukkan adanya persoalan serius dalam pengawasan dan penarikan produk. Kami bahkan menemukan galon produksi tahun 2012 yang masih beredar,” ujar David saat menyerahkan laporan kepada Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), akhir tahun lalu.

Kondisi fisik galon yang terlihat kusam bukan hanya persoalan estetika, tetapi menjadi indikator bahwa struktur plastik telah mengalami degradasi. Seiring bertambahnya usia pemakaian, risiko migrasi BPA dari plastik ke dalam air semakin tinggi.

Hal ini turut ditegaskan oleh ahli polimer dari Universitas Indonesia, Prof. Mohamad Chalid. Ia menjelaskan bahwa galon guna ulang sebenarnya memiliki batas penggunaan yang tidak boleh diabaikan.

Baca Juga: Istana Optimistis Fundamental Ekonomi Kuat dan Defisit Fiskal Terjaga

Menurutnya, galon idealnya digunakan maksimal sekitar 40 kali pengisian ulang sebelum harus diganti untuk mencegah kerusakan material. Ia menambahkan bahwa proses pencucian berulang dan penggunaan jangka panjang memperbesar kemungkinan molekul BPA terlepas dan larut ke dalam air.

Paparan BPA dalam jangka panjang berpotensi menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan metabolisme, gangguan kesuburan, hingga peningkatan risiko kanker.

Melihat banyaknya galon tua yang masih beredar, BPKN meminta produsen untuk bertanggung jawab menarik kemasan yang sudah tidak layak pakai dari pasaran.

Lembaga tersebut juga berencana melakukan penelitian lanjutan guna memperkuat pengawasan. Sementara itu, masyarakat diimbau untuk lebih teliti dan berhati-hati, memeriksa kondisi fisik galon serta membaca kode produksinya sebelum membeli, agar risiko paparan BPA dapat ditekan sejak dari pemilihan kemasan air minum.

x|close