Geger Dua Siswa Jadi Korban Pelecehan Seksual Oknum Guru di SMA Pasar Rebo

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Feb 2026, 12:37
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Pelecehan seksual terhadap perempuan.Ilustrasi - Pelecehan seksual terhadap perempuan. Ilustrasi - Pelecehan seksual terhadap perempuan.Ilustrasi - Pelecehan seksual terhadap perempuan. (Antara/Handout/aa.)

Ntvnews.id, Jakarta - Kasus dugaan pelecehan yang melibatkan oknum guru di salah satu SMA di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, diduga tidak hanya menimpa dua orang siswi. Kuasa hukum salah satu korban berinisial N mengungkapkan adanya kemungkinan korban lain yang selama ini memilih bungkam.

Kuasa hukum korban, Wanda Al-Fathi Akbar, menyebut jumlah korban diperkirakan lebih dari dua orang.

“Yang kita dapat ada beberapa korban. Memang mungkin selama ini mereka enggak berani speak up. Estimasi mungkin lebih dari dua orang,” kata Wanda di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.

Ia menjelaskan banyak korban selama ini tidak berani mengungkapkan pengalaman yang dialami. Namun, setelah salah satu korban melaporkan kasus tersebut, korban-korban lain mulai bermunculan.

“Jadi, kasus ini diam selama ini. Ketika korban yang sekarang, yang kita tangani ini, baru bermunculan korban-korban lainnya,” ujar Wanda.

Wanda memastikan pihaknya telah melaporkan dugaan pelecehan tersebut ke Polres Metro Jakarta Timur. Saat ini, perkara masih berada pada tahap penyelidikan dan berpeluang naik ke tahap penyidikan.

“Saat ini, masih tahap penyelidikan. Kemungkinan akan segera naik ke tahap penyidikan,” ucapnya.

Baca Juga: Gus Idris Bantah Keras Tuduhan Pelecehan Seksual Terhadap Model Cantik

Selain melapor ke kepolisian, kuasa hukum juga mendatangi pihak sekolah untuk mengonfirmasi status terduga pelaku yang merupakan guru di sekolah tersebut. Menurut Wanda, pihaknya meminta sekolah ikut bertanggung jawab dan tidak melepaskan diri dari proses hukum yang berjalan.

“Ini kita bermusyawarah supaya ada solusi dari pihak sekolah. Kita meminta bahwa dengan adanya laporan dan pemberhentian terhadap oknum dua guru tadi, pihak sekolah tidak lepas tangan,” jelasnya.

Ia menegaskan dukungan sekolah penting agar proses hukum berjalan hingga tuntas dan keadilan dapat dirasakan para korban. Sebelumnya, sejumlah siswa di sekolah tersebut menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk solidaritas terhadap korban dugaan pelecehan oleh oknum guru.

Aksi solidaritas itu berlangsung pada Senin, 9 Februari 2026. Para siswa membawa poster dan menyampaikan orasi yang menuntut keadilan serta transparansi penanganan kasus. Mereka juga mendesak pihak sekolah dan aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan pelecehan yang disebut telah berlangsung lama. Sejumlah alumni turut menyuarakan pengalaman serupa.

Baca Juga: KemenPPPA Minta Siswi SMP Korban Pelecehan Guru Tetap bersekolah

Wanda mengungkapkan dugaan pelecehan dilakukan melalui pesan di grup WhatsApp yang melibatkan oknum guru.

“Oknum guru itu saling chat-chat-an lewat WhatsApp. Dari situ, saling membicarakan korban dan siswa-siswa lainnya mengenai fisik,” kata Wanda.

Menurut dia, bukti yang saat ini dimiliki kuasa hukum masih berupa dugaan pelecehan verbal melalui pesan singkat. Namun, terdapat informasi bahwa sebagian korban juga diduga mengalami pelecehan fisik.

“Bukti yang kita pegang saat ini baru verbal, lewat WA (WhatsApp). Tapi info dari teman-teman yang lain, ada yang main fisik juga, hanya saja korbannya belum diketahui,” ujar Wanda.

Ia menambahkan dugaan pelecehan terhadap kliennya terjadi selama kurang lebih dua bulan terakhir.

“Kalau untuk berapa pastinya, saya kurang tahu, tapi info dari siswa lebih dari dua orang, salah satunya klien kami,” tutur Wanda.

Akibat peristiwa tersebut, korban disebut mengalami dampak psikologis berat, mulai dari trauma, rasa takut, hingga tekanan mental yang masih dirasakan hingga kini. Wanda berharap proses hukum berjalan transparan dan mampu memberikan keadilan bagi seluruh korban, serta adanya pendampingan psikologis bagi para siswi yang terdampak.

(Sumber: Antara)

x|close