Teror Berlapis ke Influencer dan Aktivis, Polisi Dalami Kesamaan Pola Aksi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jan 2026, 11:00
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
DJ Donny DJ Donny (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Rangkaian teror yang menyasar rumah sejumlah influencer dan aktivis di penghujung tahun 2025 kini menjadi perhatian serius kepolisian. Meski baru satu korban yang secara resmi melapor, aparat menilai penting untuk menelusuri kemungkinan adanya pola yang sama di balik aksi teror tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, analisis akan dilakukan untuk melihat kesamaan metode maupun cara pelaku dalam menjalankan aksinya terhadap para target.

“Akan dianalisa apakah pola dan caranya sama dalam menerima teror,” kata Budi dalam keterangannya yang dilansir pada Jumat, 2 Januari 2026.

Tiga figur yang menjadi sasaran teror ialah influencer DJ Donny dan Sherly Annavita, serta aktivis Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik. Dari ketiganya, DJ Donny menjadi satu-satunya korban yang telah melapor ke Polda Metro Jaya setelah menerima teror lanjutan berupa pelemparan bom molotov ke rumahnya pada Rabu, 31 Desember 2025.

Baca Juga: Warung Kopi di Aceh Tamiang Mulai Berjualan Pascabanjir: Alhamdulillah Ramai Pembeli

Laporan tersebut tercatat dengan nomor STTLP/B/ 9545 / XII /2025/SPKT/POLDA METRO JAYA dan langsung ditindaklanjuti.

Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan saksi.

“Benar sudah ada laporan dan penyelidik akan melakukan serangkaian penyelidikan seperti olah TKP, olah barang bukti dan meminta keterangan saksi-saksi,” ujar Budi.

Dalam proses olah TKP, aparat mengamankan pecahan bom molotov yang sengaja dibiarkan Donny di lokasi kejadian sebagai bagian dari barang bukti. Selain itu, surat ancaman yang diterima juga turut diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

Baca Juga: Bupati Aceh Tamiang Ajukan Bantuan Rp1 Juta Per KK Per Tahun Hingga Dukungan Pangan

Sementara itu, pihak Greenpeace Indonesia masih mempertimbangkan langkah hukum serupa. Meski belum membuat laporan resmi, kondisi Iqbal Damanik dan keluarganya dilaporkan aman setelah insiden teror yang mereka alami. Namun, peristiwa tersebut meninggalkan dampak psikologis.

“Melaporkan kepada polisi sedang dipertimbangkan. Kondisi Iqbal dan anggota keluarga baik, tetapi mengalami sedikit shock karena teror ini,” ujar Kepala Greenpeace Indonesia, Leonardo Simanjuntak.

Rangkaian teror tersebut disebut diawali dengan pengiriman bangkai ayam dan telur busuk, yang juga dialami Sherly Annavita. Leonardo menduga, teror ini berkaitan dengan kritik para korban terhadap penanganan pemerintah atas bencana banjir bandang di Sumatera.

“Kami yakin teror ini berasal dari pihak-pihak yang tidak senang kebebasan sipil, kebebasan berekspresi, kebebasan pers tetap terjaga, termasuk dalam mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah dalam penanganan bencana Sumatera,” kata Leonardo.

x|close