Ntvnews.id, Teheran - Penulis skenario film It Was Just an Accident, Mehdi Mahmoudian, dilaporkan termasuk dalam tiga aktivis yang ditangkap aparat keamanan di Teheran, Iran, dalam beberapa waktu terakhir.
Hingga kini, otoritas Iran belum memberikan konfirmasi resmi terkait penangkapan tersebut maupun merinci tuduhan yang dikenakan kepada para aktivis yang ditahan. Meski demikian, distributor film It Was Just an Accident di Amerika Serikat, Neon, membenarkan kabar tersebut. Informasi itu dilaporkan The Hollywood Reporter pada Senin, 2 Februari 2026, waktu setempat.
Mahmoudian merupakan salah satu penulis skenario film tersebut bersama sutradara Jafar Panahi, Nader Saeiver, dan Shadhmer Rastin. Film itu berhasil meraih Palme d'Or pada Festival Film Cannes 2025 serta memperoleh dua nominasi Piala Oscar 2026 untuk kategori best original screenplay dan best international feature.
Penangkapan Mahmoudian dikaitkan dengan keterlibatannya sebagai salah satu dari 17 tokoh yang menandatangani surat protes terhadap penanganan aksi demonstrasi oleh pemerintah Iran. Selain Mahmoudian, Jafar Panahi yang saat ini berada di luar Iran untuk mempromosikan filmnya, serta Mohammad Rasoulof, sutradara nominasi Oscar 2025 The Seed of the Sacred Fig yang kini menetap di Jerman sebagai eksil, juga tercatat sebagai penandatangan surat tersebut.
Baca Juga: Iran Umumkan Sebanyak 2.986 Korban Meninggal Dunia Akibat Demo Nasional
Tokoh lain yang turut menandatangani surat protes itu antara lain peraih Hadiah Nobel Perdamaian Narges Mohammadi dan Nasrin Sotoudeh, pemenang Hadiah Sakharov untuk Kebebasan Berpikir.
Panahi mengungkapkan bahwa dirinya mengajak Mahmoudian terlibat dalam penulisan naskah It Was Just an Accident saat mereka dipenjara bersama atas tuduhan “propaganda” melawan pemerintah.
"Kami menghabiskan tujuh bulan di balik jeruji besi bersama. Beberapa bulan setelah pembebasannya, ketika saya sedang mengerjakan skenario untuk 'It Was Just an Accident' saya memintanya untuk membantu memperbaiki dialog."
Menurut Panahi, pengalaman Mahmoudian menghadapi sistem peradilan dan kehidupan penjara membuat dialog film tersebut terasa lebih jujur dan autentik.
Baca Juga: Iran Perintahkan Usir Atase Militer Eropa, Ada Apa?
"Saya ingat saat syuting 'It Was Just an Accident', kami memfilmkan adegan sepanjang 13 menit mengikat interogator ke pohon suatu malam, dari senja hingga fajar, tetapi ternyata hasilnya tidak oke," kata Panahi.
Ia melanjutkan, "Malam berikutnya, saya membawa Mehdi (Mahmoudian) ke lokasi syuting untuk membantu. Saya mengandalkan pemahamannya tentang interogator dan detail halus yang perlu kami perbaiki."
"Malam itu, dengan bantuan Mehdi, kami akhirnya berhasil mengambil gambar tersebut," ujar sang sutradara.
Panahi juga mengaku kehilangan kontak dengan Mahmoudian sejak terakhir kali mereka berkomunikasi melalui telepon dan pesan singkat sekitar 48 jam sebelum kabar penangkapan mencuat. Ia menyebut sempat mengirim pesan terakhir pada pukul empat dini hari waktu setempat, namun tidak mendapat balasan.
"Beberapa jam kemudian, BBC di Iran secara resmi mengumumkan bahwa Mehdi Mahmoudian, bersama dengan Abdollah Momeni, dan Vida Rabbani, telah ditangkap," tutur Panahi.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Penangkapan. ANTARA/HO (Antara)