Iran Umumkan Sebanyak 2.986 Korban Meninggal Dunia Akibat Demo Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Feb 2026, 15:02
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kendaraan-kendaraan yang rusak selama kerusuhan baru-baru ini terlihat di Teheran, Iran, Rabu, 21 Januari 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati. Kendaraan-kendaraan yang rusak selama kerusuhan baru-baru ini terlihat di Teheran, Iran, Rabu, 21 Januari 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati. (Antara)

Ntvnews.id, Teheran - Kantor Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Minggu, 1 Februari 2026, merilis daftar korban tewas akibat rangkaian kerusuhan yang terjadi baru-baru ini di berbagai wilayah Iran. Dalam daftar tersebut tercatat sebanyak 2.986 orang meninggal dunia.

Melalui pernyataan resmi yang dipublikasikan di situs web kepresidenan, disebutkan bahwa data tersebut mencakup warga sipil maupun personel keamanan. Penyusunan daftar dilakukan berdasarkan informasi dari Organisasi Kedokteran Forensik (Legal Medicine Organization) Iran, yang dikumpulkan atas instruksi langsung Presiden Masoud Pezeshkian.

Baca Juga: Iran Tak Gentar dengan Gertakan Trump

Kantor Presiden Iran menjelaskan bahwa jumlah korban tewas secara keseluruhan mencapai 3.117 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 131 korban masih belum teridentifikasi. Pemerintah Iran menyatakan akan menerbitkan daftar tambahan setelah proses identifikasi para korban tersebut selesai dilakukan.

Dalam pernyataannya, Kantor Presiden menegaskan komitmen pemerintah terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas. Pemerintah juga menekankan bahwa seluruh korban merupakan warga Iran, serta menyampaikan janji untuk tidak mengabaikan satu pun keluarga korban yang tengah berduka.

Baca Juga: Iran Tegaskan Tak Butuh Senjata Nuklir untuk Mempertahankan Negara

Kerusuhan tersebut dipicu oleh aksi protes yang berlangsung selama beberapa pekan, menyusul depresiasi tajam nilai tukar rial. Gelombang unjuk rasa meluas ke berbagai kota di Iran sejak akhir Desember 2025 hingga Januari 2026.

Pada awalnya, demonstrasi berlangsung secara damai. Namun, seiring waktu, situasi berkembang menjadi bentrokan yang menimbulkan korban jiwa serta kerusakan terhadap sejumlah fasilitas publik, termasuk masjid, gedung pemerintahan, dan bank. Pemerintah Iran menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya kerusuhan tersebut.

(Sumber: Antara) 

x|close