Ntvnews.id, Washington D.C - Pentagon bersama Gedung Putih dikabarkan telah menyiapkan sejumlah rencana dan skenario terpadu terkait kemungkinan dilakukannya aksi militer terhadap Iran.
Informasi tersebut dilaporkan Wall Street Journal pada Sabtu, dengan mengutip sumber yang memahami pembahasan internal tersebut.
Dalam laporan itu disebutkan, salah satu skenario mencakup apa yang disebut sebagai “rencana besar”, yakni opsi serangan Amerika Serikat terhadap lembaga serta fasilitas pemerintahan yang berhubungan dengan Korps Garda Revolusi Islam melalui rangkaian kampanye pengeboman dalam skala luas.
Selain itu, terdapat pula opsi yang lebih terbatas, berupa serangan terhadap target-target pemerintah yang bersifat simbolis. Opsi ini dinilai masih membuka peluang eskalasi lanjutan apabila Iran tidak bersedia menyetujui sebuah kesepakatan, sebagaimana ditambahkan dalam laporan tersebut.
Baca Juga: Pemerintah Tegaskan Dukungan bagi BEI dan Aparat Hukum Tindak Pemain Saham Gorengan
Meski demikian, Amerika Serikat hingga kini masih menutup rapat tujuan strategisnya dan belum mengungkapkan rincian lebih lanjut terkait rencana tersebut, tulis surat kabar itu.
Pada pekan sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa sebuah “armada besar” tengah bergerak menuju Iran. Ia juga menyampaikan harapannya agar Teheran bersedia melakukan perundingan dan menandatangani kesepakatan yang disebutnya “adil dan merata”, termasuk komitmen untuk menghentikan sepenuhnya pengembangan senjata nuklir.
Trump juga mengingatkan bahwa pada Juni 2025 lalu, Amerika Serikat telah melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran dalam Operasi Midnight Hammer. Ia menegaskan bahwa “serangan berikutnya akan lebih buruk lagi” serta menyerukan berbagai upaya agar eskalasi tersebut dapat dicegah.
Logo Pentagon, markas pertahanan Amerika Serikat ((Antara))