Ntvnews.id, Washington D.c - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) memberikan lampu hijau atas potensi penjualan militer asing kepada Israel dengan nilai total mencapai US$ 6,52 miliar atau sekitar Rp109,3 triliun. Paket penjualan tersebut meliputi helikopter Apache, kendaraan militer, serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya.
Dilansir dari Anadolu, Minggu, 1 Februari 2026, Persetujuan itu, diumumkan oleh Pentagon atau Departemen Pertahanan AS melalui pernyataan resmi pada Jumat, 30 Januari 2026 waktu setempat.
Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan menyebutkan, persetujuan tersebut mencakup rencana penjualan helikopter AH-64E Apache berikut perlengkapan terkait dengan nilai sekitar US$ 3,8 miliar atau setara Rp63,7 triliun. Dalam proyek ini, Boeing dan Lockheed Martin ditunjuk sebagai kontraktor utama.
Selain itu, Departemen Luar Negeri AS juga menyetujui potensi penjualan Kendaraan Taktis Ringan Gabungan (Joint Light Tactical Vehicles/JLTV) beserta peralatan pendukung dengan nilai sekitar US$ 1,98 miliar atau Rp33,2 triliun. AM General LLC akan berperan sebagai kontraktor utama dalam kesepakatan tersebut.
Baca Juga: Soal Surat Pengunduran Diri Tiga Komisioner OJK, Istana: Diproses
"Penjualan yang diusulkan akan meningkatkan kemampuan Israel untuk menghadapi ancaman saat ini dan di masa mendatang dengan meningkatkan mobilitas pasukan daratnya selama operasi," sebut Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan.
Tidak hanya itu, pemerintah AS turut menyetujui kemungkinan penjualan unit daya (power pack) untuk kendaraan tempur lapis baja Namer Armored Personnel Carrier, termasuk dukungan logistik terintegrasi serta peralatan terkait lainnya, dengan nilai diperkirakan mencapai US$ 740 juta atau sekitar Rp12,4 triliun. Rolls-Royce Solutions America akan bertindak sebagai kontraktor utama.
Amerika Serikat selama ini kerap menuai kritik karena terus memberikan dukungan kepada Israel dalam konflik di Jalur Gaza. Sejak Oktober 2023, lebih dari 71.600 orang sebagian besar perempuan dan anak-anak dilaporkan tewas akibat perang tersebut.
Sejumlah anggota parlemen AS, termasuk Senator Bernie Sanders, berulang kali menyerukan agar pemerintah AS menghentikan pasokan senjata ke Israel serta tidak terlibat lebih jauh dalam konflik di Gaza.
Sejak 7 Oktober 2023, Amerika Serikat (AS) telah menghabiskan lebih dari 22 miliar dolar AS (sekitar Rp356,7 triliun) untuk mendukung operasi militer Israel, termasuk di Gaza, Lebanon, dan Suriah. ANTARA/Anadolu/py (Antara)