PBB: Anak-Anak Gaza Meninggal Akibat Dingin, Krisis Kemanusiaan Kian Memburuk

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Feb 2026, 08:06
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Warga Palestina terlihat setelah mereka kembali ke daerah Sheikh Radwan yang hancur di utara Kota Gaza pada 6 November 2025. Warga Palestina terlihat setelah mereka kembali ke daerah Sheikh Radwan yang hancur di utara Kota Gaza pada 6 November 2025. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Sebanyak 11 anak Palestina di Jalur Gaza dilaporkan meninggal dunia akibat cuaca dingin sejak awal musim dingin.

Sementara itu, ribuan warga lainnya masih berusaha bertahan hidup di tengah kondisi cuaca ekstrem dengan perlindungan yang sangat terbatas, demikian disampaikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dilansir dari AFP, Minggu, 1 Februari 2026, Dalam konferensi pers di New York, Wakil Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Farhan Haq mengungkapkan bahwa laporan dari staf Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menunjukkan masyarakat Gaza masih menghadapi kesulitan besar selama musim dingin berlangsung.

Haq menjelaskan, sejak Oktober lalu PBB bersama para mitranya telah menyalurkan puluhan ribu tenda serta menyediakan fasilitas tempat tinggal sementara bagi lebih dari setengah juta warga Gaza.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa tenda-tenda tersebut hanya mampu memberikan perlindungan yang minim, terutama ketika menghadapi kondisi musim dingin yang keras.

Baca Juga: PBB Sebut Gaza Jadi Wilayah Paling Mematikan bagi Jurnalis dan Pekerja Kemanusiaan

Lebih lanjut, Haq menyampaikan bahwa PBB terus mendorong adanya solusi hunian yang lebih permanen guna mengurangi ketergantungan penduduk Gaza terhadap tenda darurat.

PBB juga kembali menekankan pentingnya akses bantuan kemanusiaan dan masuknya barang-barang komersial ke wilayah tersebut tanpa hambatan, serta dalam volume yang jauh lebih besar.

Tidak hanya Gaza, Haq turut menyoroti situasi krisis di wilayah pendudukan Tepi Barat yang dipicu oleh pemutusan pasokan listrik dan air oleh otoritas Israel di Yerusalem Timur.

Ia pun mendesak Israel agar mencabut pembatasan operasional terhadap Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) serta organisasi internasional lainnya.

Selain itu, Haq menegaskan bahwa seluruh mitra kemanusiaan harus diberikan izin untuk beroperasi tanpa hambatan baik di Jalur Gaza maupun di Tepi Barat demi memastikan terpenuhinya kebutuhan vital masyarakat setempat.

x|close