PBB: 11 Anak Palestina Tewas Kedinginan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Feb 2026, 07:57
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Warga Palestina berjalan melewati puing-puing bangunan yang hancur setelah kembali ke Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, pada 12 Oktober 2025. Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada hari Jumat. (ANTARA/Xinhua/Rizek A Warga Palestina berjalan melewati puing-puing bangunan yang hancur setelah kembali ke Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, pada 12 Oktober 2025. Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada hari Jumat. (ANTARA/Xinhua/Rizek A (Antara)

Ntvnews.id, Gaza - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan sebanyak 11 anak Palestina di Jalur Gaza meninggal dunia akibat kedinginan sejak awal musim dingin. Di saat yang sama, ribuan warga lainnya masih harus bertahan menghadapi cuaca ekstrem dengan fasilitas perlindungan yang sangat terbatas, sebagaimana disampaikan PBB pada Jumat, 30 Janari 2026.

Dalam konferensi pers di New York, Wakil Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Farhan Haq mengungkapkan bahwa laporan dari staf Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menunjukkan warga Gaza masih berjuang keras menghadapi kondisi musim dingin.

Haq menjelaskan, sejak Oktober lalu PBB bersama para mitranya telah menyalurkan puluhan ribu tenda serta menyediakan tempat berlindung bagi lebih dari setengah juta penduduk Gaza. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tenda-tenda tersebut hanya memberikan perlindungan terbatas, terutama dalam menghadapi suhu dingin ekstrem.

Lebih lanjut, Haq menyampaikan bahwa PBB terus mendorong adanya solusi hunian yang lebih permanen guna mengurangi ketergantungan warga Gaza terhadap tenda darurat. PBB juga menekankan pentingnya kelancaran masuknya bantuan kemanusiaan serta barang-barang komersial ke wilayah tersebut tanpa hambatan dan dalam jumlah yang lebih memadai.

Baca Juga: BEI Sudah Tetapkan Direktur Utama Sementara

Selain situasi di Gaza, Haq turut menyoroti krisis kemanusiaan di wilayah pendudukan Tepi Barat, yang dipicu oleh pemutusan pasokan listrik dan air oleh otoritas Israel di Yerusalem Timur. Ia mendesak Israel agar mencabut larangan operasional terhadap Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) serta organisasi internasional lainnya.

Haq juga menegaskan bahwa seluruh mitra kemanusiaan harus diberikan akses untuk beroperasi tanpa hambatan, baik di Jalur Gaza maupun Tepi Barat, demi memastikan terpenuhinya kebutuhan vital masyarakat setempat.

x|close