Kapolri Pastikan Kasus Penyiraman Air Keras Diusut Tuntas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Mar 2026, 14:33
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo (kedua kanan) berbicara dalam acara pelepasan Mudik Gratis Polri Presisi 2026 di Lapangan Polda Metro Jaya, Rabu 18 Maret 2026. ANTARA/HO-Divisi Humas Polri/aa. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo (kedua kanan) berbicara dalam acara pelepasan Mudik Gratis Polri Presisi 2026 di Lapangan Polda Metro Jaya, Rabu 18 Maret 2026. ANTARA/HO-Divisi Humas Polri/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kapolri Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa kepolisian terus bekerja mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.

“Kemarin, Bapak Presiden sudah jelas memerintahkan kita harus mengusut tuntas. Tentunya saat ini Polri sedang bekerja,” kata Listyo Sigit Prabowo di Jakarta, Rabu, 18 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa penyelidikan saat ini dilakukan dengan mendalami puluhan rekaman kamera pengawas di lokasi kejadian.

Polri melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya tengah menganalisis sebanyak 86 titik CCTV guna mengungkap pelaku.

Baca Juga: Komnas HAM Tetapkan Andrie Yunus sebagai Pembela HAM Usai Insiden Penyiraman Air Keras

Meski demikian, Kapolri menegaskan bahwa penyelidikan tidak hanya bergantung pada rekaman tersebut.

“Yang kemudian semua kita satukan untuk betul-betul bisa membuat kasus ini menjadi terungkap ataupun paling tidak menjadi terang benderang,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Iman Imanuddin mengungkapkan bahwa puluhan kamera yang dianalisis berasal dari berbagai sumber.

“Dari 86 titik kamera pengawas yang kami analisa, ada 2.610 gambar dalam bentuk video, dengan durasi 10.320 menit sehingga kami membutuhkan waktu cukup lama dalam menganalisa digital terhadap video rekaman CCTV,” ujarnya.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Selidiki 86 CCTV untuk Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

Ia juga menyebutkan bahwa berdasarkan analisa awal, para terduga pelaku diduga telah mengikuti korban sebelum kejadian berlangsung.

“Pergerakan para terduga pelaku terdeteksi melalui beberapa titik kamera pengawas dengan jalur dimulai dari pergerakan para pelaku ini dari wilayah Jakarta Selatan menuju titik kumpul awal di Jalan Merdeka Timur atau sekitar depan Stasiun Gambir,” katanya.

Kasus ini menjadi perhatian publik, dan kepolisian menegaskan komitmennya untuk mengungkap pelaku serta memastikan proses hukum berjalan secara transparan.

(Sumber: Antara)

x|close