Polisi Gelar Kembali Jumpa Pers Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Siang Ini

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Mar 2026, 13:33
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. (NTVNews.id)

Ntvnews.id, Jakarta - Polda Metro Jaya kembali menggelar konferensi pers terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus hari ini. Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari jumpa pers sebelumnya, yang digelar pada Senin, 16 Maret 2026 lalu.

Selain Polda Metro Jaya, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dilibatkan dalam konferensi pers ini.

"Yth. Rekan2 Media online, TV Peliputan Polda Metro Jaya semuanya, dimohon kehadirannya pada kegiatan Press Conference (Konferensi Pers) oleh Bapak Kapolda, Wakapolda didampingi Bapak Kabid Humas PMJ yang dihadiri juga Komisi III DPR RI dan stakeholder lainnya dalam Penanganan Kasus Penyiraman Cairan Berbahaya Terhadap korban Aktivis Kontras," demikian undangan konferensi pers yang diterima wartawan.

Kegiatan itu sedianya digelar pukul 13.00 WIB. Namun hingga waktu yang ditentukan, acara belum juga dimulai.

"Tempat: Lobby Gd. promoter Polda Metro Jaya," ucapnya.

Hingga pukul 13.00 WIB lewat, sejumlah pihak terkait terlihat baru tiba di Mapolda Metro Jaya. Nampak Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman yang juga hadir dalam kesempatan itu. 

Sebelumnya, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal (OTK) pada Kamis, 12 Maret 2026 malam. Akibatnya ia mengalami luka bakar pada tubuhnya hingga 24 persen.

Penyiraman air keras terjadi usai Andrie rekaman di podcast terkait militerisme yang digelar di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Menteng, Jakarta Pusat.

Hasil penyelidikan sementara polisi, pelaku berjumlah empat orang yang menumpang dua sepeda motor. Ini diketahui berdasarkan hasil rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian dan terkait peristiwa tersebut. Ada 86 CCTV yang rekamannya diamankan polisi guna mengungkap kasus ini.

Para pelaku disebut polisi berasal dari wilayah Jakarta Selatan. Mereka lalu berkumpul dan selanjutnya bergerak, dari depan Stasiun Gambir.

Mereka lalu melakukan penguntitan, hingga akhirnya melakukan penyiraman air keras ke korban di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Maret 2026 malam.

Usai kejadian, dua motor pelaku berpencar ke arah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Para pelaku selanjutnya kabur ke kawasan Kalibata, Ragunan hingga Bogor. Polisi masih menyelidiki kasus ini dengan metode scientific crime investigation atau pengungkapan tindak kejahatan secara ilmiah.

x|close