SBY Peringatkan Ancaman Perang Dunia III, Minta PBB Segera Gelar Sidang Darurat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Jan 2026, 10:58
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
SBY SBY (Instagram @presidenyudhoyonoalbum)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera mengambil langkah luar biasa untuk meredam eskalasi konflik global yang kian mengkhawatirkan. Menurutnya, situasi dunia saat ini berada di titik rawan yang berpotensi memicu Perang Dunia Ketiga.

Peringatan tersebut disampaikan SBY melalui akun X pribadinya. Ia menilai dinamika geopolitik global menunjukkan kemiripan serius dengan kondisi dunia menjelang pecahnya Perang Dunia Pertama dan Perang Dunia Kedua.

“Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun saya tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah,” kata SBY dalam keterangannya yang dikutip Selasa (20/1/2026).

SBY menekankan bahwa ruang dan waktu untuk mencegah perang berskala global semakin menyempit. Kesamaan dengan periode sebelum dua perang besar abad ke-20 itu, menurutnya, terlihat dari munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang agresif, terbentuknya blok negara yang saling berhadapan, serta perlombaan pembangunan kekuatan militer secara besar-besaran.

Penyiapan mesin perang, penguatan ekonomi untuk menopang konflik, serta meningkatnya ketegangan geopolitik menjadi indikator lain yang mempertegas betapa panasnya situasi global saat ini.

Baca Juga: SBY Khawatir Situasi Geopolitik Dunia Saat Ini Mirip Jelang Perang Dunia I dan II

Dalam kondisi tersebut, SBY mengaku menggantungkan harapan melalui doa agar umat manusia terhindar dari bencana besar.

“Secara pribadi saya berdoa kepada Tuhan, semoga mimpi buruk terjadinya perang dunia disertai penggunaan senjata nuklir itu tidak terjadi,” tuturnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa doa saja tidak cukup. Berbagai kajian, kata SBY, menunjukkan bahwa perang dunia, terlebih jika melibatkan senjata nuklir. akan berujung pada kehancuran total. Korban jiwa diperkirakan bisa mencapai miliaran manusia dan berpotensi menghapus peradaban.

“Tetapi tidak cukup dengan doa satu atau dua orang. Andaikata 8,3 miliar manusia penghuni bumi juga berdoa secara khusyuk, Tuhan tak begitu saja mengabulkan jika manusia dan bangsa-bangsa sedunia tidak bekerja dan berupaya untuk menyelamatkan dunianya,” ucap dia.

Atas dasar itu, SBY mendorong komunitas internasional mengambil langkah konkret. Ia secara khusus meminta PBB segera menggunakan perannya untuk mempertemukan para pemimpin dunia dalam forum darurat.

Baca Juga: Kemenhut Gagalkan Perdagangan Satwa Dilindungi di Magelang

“Saran dan usulan saya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil inisiatif mengundang para pemimpin dunia untuk berembuk di Persidangan Umum PBB yang sifatnya darurat (Emergency UN General Assembly). Agendanya adalah langkah-langkah nyata untuk mencegah terjadinya krisis dunia dalam skala besar, termasuk kemungkinan terjadinya perang dunia yang baru,” kata SBY.

Walau mengakui PBB kerap dinilai tidak berdaya, SBY berharap lembaga tersebut tidak tercatat dalam sejarah sebagai pihak yang membiarkan kehancuran terjadi. Ia mengingatkan bahwa bencana besar sering kali muncul karena pihak-pihak yang seharusnya bertindak memilih untuk diam.

“Mungkin saja seruan para pemimpin sedunia itu ‘bagai berseru di padang pasir’. Artinya, tak akan diindahkan. Namun, mungkin juga itu awal dari kesadaran, kehendak, dan langkah-langkah nyata dari bangsa-bangsa sedunia untuk menyelamatkan dunia yang kita cintai ini. Ingat, if there is a will, there is a way,” pungkasnya.

x|close