Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka menyoroti gelombang demonstrasi yang kembali membesar di Iran. Melalui pernyataan publiknya, Trump secara langsung mendorong masyarakat Iran untuk melanjutkan aksi protes dan mengambil alih institusi-institusi negara di tengah krisis yang kian memanas.
Dalam unggahan di platform Truth Social yang dikutip dari Reuters pada Jumat, 16 Januari 2026, Trump menyampaikan seruan keras kepada rakyat Iran.
"Para Patriot Iran, TERUS BERDEMONSTRASI - KUASAI LEMBAGA-LEMBAGA ANDA!!!... BANTUAN SEDANG DALAM PERJALANAN," tulis Trump.
Selain menyerukan demonstrasi, Trump juga mengumumkan langkah diplomatik tegas dengan menghentikan seluruh agenda pertemuan antara pemerintah Amerika Serikat dan pejabat Iran. Keputusan itu diambil hingga, menurutnya, aksi kekerasan terhadap para demonstran benar-benar dihentikan. Trump menyebut tindakan aparat Iran sebagai bentuk “pembunuhan tanpa akal sehat” terhadap warga sipil.
Baca Juga: Link Live Streaming PSGC Ciamis vs Tri Brata Rafflesia FC di Liga Nusantara Hari Ini
Gelombang protes yang melanda Iran dipicu oleh tekanan ekonomi yang memburuk dan telah berkembang menjadi tantangan domestik terbesar bagi rezim ulama Iran dalam setidaknya tiga tahun terakhir. Situasi ini semakin serius setelah seorang pejabat Iran sebelumnya mengklaim bahwa sekitar 2.000 orang telah tewas sejak demonstrasi pecah.
Pejabat Iran yang berbicara kepada Reuters menuding kelompok yang ia sebut sebagai “teroris” berada di balik kematian demonstran maupun aparat keamanan. Namun, pejabat tersebut, yang meminta identitasnya dirahasiakan, tidak menjelaskan secara rinci siapa saja korban yang dimaksud atau bagaimana kronologi kematian mereka.
Di sisi lain, tekanan Washington terhadap Teheran juga diperkuat lewat kebijakan ekonomi. Pada Senin malam (12/1), Trump mengumumkan penerapan tarif impor sebesar 25 persen terhadap produk dari negara mana pun yang tetap menjalin perdagangan dengan Iran. Langkah ini dinilai signifikan mengingat Iran merupakan salah satu eksportir minyak utama dunia.
Baca Juga: Battery Manufacture Selesai Instalasi, Wujudkan Ekosistem Baterai Terintegrasi di RI
Trump bahkan menyebut bahwa opsi militer turut dipertimbangkan sebagai bagian dari respons Amerika Serikat terhadap tindakan keras pemerintah Iran.
"kami siap siaga," ujar Trump, mengisyaratkan kemungkinan eskalasi lebih lanjut.
Hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi atas pengumuman tarif tersebut. Iran sendiri sudah lama berada di bawah sanksi berat Amerika Serikat dan saat ini menyalurkan sebagian besar ekspor minyaknya ke China. Selain itu, Turki, Irak, Uni Emirat Arab, dan India tercatat sebagai mitra dagang utama Iran lainnya.
Ilustrasi - Aksi unjuk rasa di Iran. ANTARA/Anadolu/as. (Antara)