Viral, Penerima LPDP Dihujat Netizen Usai Pamer Anak Resmi Jadi WN Inggris

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Feb 2026, 04:00
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Banggakan Anak Jadi WN Inggris, Penerima LPDP Dihujat Netizen Banggakan Anak Jadi WN Inggris, Penerima LPDP Dihujat Netizen (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Jagat media sosial dihebohkan oleh unggahan seorang perempuan WNI yang membagikan kabar bahwa anaknya kini resmi menyandang kewarganegaraan Inggris. Alih-alih menuai ucapan selamat, video tersebut justru memantik gelombang kritik dari warganet.

Perempuan bernama Dwi Sasetyaningtyas, atau yang akrab disapa Tyas, memperlihatkan sebuah dokumen yang disebutnya sebagai kabar yang telah lama dinantikan. Dalam video tersebut, Tyas menyampaikan rasa lega setelah menunggu selama beberapa bulan.

“Akhirnya paket yang aku tunggu-tunggu selama empat bulan ke belakang nyampe juga," ujarnya.

Ia tampak emosional saat menjelaskan arti penting dokumen tersebut bagi keluarganya. Tyas kemudian menunjukkan surat dari Home Office Inggris yang menyatakan anaknya telah memperoleh kewarganegaraan setempat.

“Ini adalah surat dari Home Office Inggris yang menyatakan kalau anak aku yang kedua udah diterima jadi Warga Negara Inggris. Dan yang kedua, udah resmi jadi British Citizen,” katanya.

Tyas menilai langkah tersebut sebagai keputusan terbaik untuk masa depan anak-anaknya. Ia bahkan menyebut bahwa dirinya saja yang cukup berstatus sebagai warga negara Indonesia WNI).

“Aku tahu dunia terlihat nggak adil, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu,” pungkasnya.

Respons publik berubah menjadi kritik setelah terungkap bahwa Tyas merupakan mantan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Sejumlah warganet mempertanyakan sikapnya yang dianggap tidak mencerminkan rasa kebangsaan.

Di tengah polemik yang berkembang, Tyas memberikan klarifikasi. Ia menyebut menerima beasiswa LPDP pada 2017 dan telah menyelesaikan kewajiban kembali ke Indonesia selama lima tahun.

"Aku LPDP lulus tahun 2017, sudah kembali ke Indonesia selama lima tahun, dan berkontribusi lewat bisnis saya hingga hari ini," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kewarganegaraan anak-anaknya merupakan hak yang diperoleh sejak lahir karena mereka lahir di Inggris, dan tidak memiliki keterkaitan dengan beasiswa yang pernah diterimanya.

"Kewajiban saya sama LPDP sudah tuntas, dan kewarganegaraan anak saya itu hak anak saya dari lahir karena dia lahir di Inggris. Status warga negara anak saya tidak ada hubungan lagi dengan beasiswa yang saya terima," kata Tyas.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by OFFICIAL LAMBE TURAH ENTRNT (@lambe_turah)

 

x|close