Ntvnews.id, Jakarta - Menyambut bulan suci Ramadhan, Modena memperluas inisiatif Modena Pure Hub dengan meresmikan empat titik air minum gratis di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru. Dengan jumlah jamaah yang dapat mencapai sekitar 1,500 orang per hari, kehadiran titik air minum gratis ini dapat mendukung kebutuhan hidrasi jamaah, khususnya saat waktu berbuka puasa dan setelah pelaksanaan ibadah. Titik air minum gratis Modena Pure Hub juga bisa ditemukan di Masjid Raya Al Azhar Jababeka di Cikarang, Bekasi dan Masjid Al-Bakrie di Kuningan, Jakarta Selatan.
Seluruh titik air minum gratis di area masjid menggunakan Modena Reverse Osmosis Water Purifier yang memastikan kualitas air tetap higienis dan aman untuk dikonsumsi. Produk ini juga dapat dinikmati masyarakat melalui skema berlangganan lewat layanan Seamless Go Subscription Service, inovasi terbaru Modena dalam menghadirkan akses produk elektronik rumah tangga secara lebih fleksibel.
"Inisiatif ini merupakan komitmen keberlanjutan Modena dalam memperluas akses air bersih sekaligus mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Kami melihat Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk mengedukasi masyarakat untuk lebih bijak berkonsumsi, termasuk dalam memilih cara mengakses produk elektronik rumah tangga. Melalui Seamless Go Subscription Service, konsumen dapat menggunakan produk sesuai kebutuhan tanpa beban kepemilikan. Ini selaras dengan tren global menuju ekonomi berbagi dan konsumsi berkelanjutan," ujar Lusty Aprian Balenguru, Head of Seamless Go Subscription Service Modena.
Modena Pure Hub menghadirkan titik air minum gratis di beberapa lokasi masjid untuk meminimalisir limbah botol plastik sekali pakai
Kepala Masjid Agung Al Azhar, Tatang Komara, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif yang dihadirkan Modena. “Penyediaan titik air minum gratis tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi jamaah, khususnya saat berbuka puasa dan setelah beribadah, tetapi juga menjadi sarana edukasi tentang pentingnya menjaga pola konsumsi jamaah yang selaras dengan nilai pengendalian diri yang diajarkan selama Ramadhan,” tambahnya.
Ramadhan menjadi momentum penting bagi umat Muslim untuk merefleksikan diri dan meningkatkan kesadaran dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Lebih dari sekadar menahan lapar dan haus, bulan suci ini mengajarkan nilai pengendalian diri dan menjaga kesederhanaan, termasuk dalam pola konsumsi.
Tatang menjelaskan makna Ramadhan perlu dimaknai secara lebih luas. “Ramadhan mengajarkan kita menjadi orang yang qana’ah, yaitu merasa cukup atas apa yang dimiliki, khususnya dari segi materi. Kita perlu menjaga diri dari konsumsi yang berlebihan, membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta memastikan bahwa apa yang kita konsumsi selaras dengan kemampuan,” jelasnya.
Bijak dalam berkonsumsi menjadi bentuk amanah dalam mengelola harta yang dimiliki. Dalam ajaran Islam, setiap harta yang dipercayakan kepada manusia dipandang sebagai titipan yang perlu dijaga dan digunakan secara bertanggung jawab. Sehingga pengelolaan konsumsi bukan hanya persoalan finansial, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Nilai tanggung jawab dan kecukupan tersebut juga dapat diterapkan dalam pengelolaan kebutuhan rumah tangga modern yang semakin beragam.
Baca Juga: Komisi VII Bentuk Panja AMDK untuk Benahi Tata Kelola Air Minum
MODENA Pure Hub menghadirkan titik air minum gratis di beberapa lokasi masjid untuk meminimalisir limbah botol plastik sekali pakai (DOK)