Menhan Ungkap Prabowo Sempat Bertemu Tokoh Oposisi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Jan 2026, 21:07
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto didampingi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin (kanan) usai tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa, 14 Oktober 2025. Presiden Prabowo tiba di tanah air usai mengikuti KTT Sharm El Sheikh dalam rangka menyaksikan penanda Presiden Prabowo Subianto didampingi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin (kanan) usai tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa, 14 Oktober 2025. Presiden Prabowo tiba di tanah air usai mengikuti KTT Sharm El Sheikh dalam rangka menyaksikan penanda (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin, mengungkapkan bahwa presiden RI Prabowo Subianto sempat bertemu dengan tokoh-tokoh oposisi dan membahas terkait kepentingan negara.

Adapun pertemuan tersebut terjadi pada Jumat malam, 30 Januari 2026. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan tokoh oposisi membahas soal kemajuan negara Republik Indonesia, dan harus dikelola baik oleh semuanya.

"Tadi malam Bapak Presiden dan beberapa tokoh tokoh nasional yang tanda kutip mengatakan oposisi," kata Sjafrie, 31 Januari 2026.

Sjafrie pun menyinggung jika dalam bahasan penting tersebut, Prabowo juga membahas soal banyak pihak yang kerap membuat kondisi negara dirugikan, contohnya pemanfaatan SDM yang berlebihan.

"Bahkan saya menerima (laporan) kurang lebih Rp 5.777 triliun (dari) bank Himbara yang menyalurkan kepada korporasi. Padahal kita punya APBN Rp 300 sekian triliun. Ke mana kebocoran (anggaran) itu?," jelasnya.

Menurut Sjafrie tidak menutup kemungkinan jika memang ada oknum pemerintah yang sengaja memanfaatkan hal itu. Untuk yu Prabowo mengajak para tokoh oposisi untuk membenahi kecurangan tersebut.

"Oleh karena itulah, saya ingin menyampaikan bahwa kita harus realistis melihat situasi. Kita jangan tutup-tutupi keadaan yang bisa membuat negara kita itu kesulitan," jelasnya.

Tak lupa, Sjafrie juga meminta para peserta retret selaku insan pers untuk turut membantu pemerintah tetap menjalankan tugas negara dengan melalui pemberitaan yang informatif.

"Kalau negara sulit, yang paling sulit itu rakyat. Karena keberpihakan kita terhadap rakyat harus kita tunjukkan secara moral dan tindakan," pungkasnya.

x|close