Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membenarkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh pada Jumat, 30 Januari 2026 malam. Namun, ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak melibatkan tokoh oposisi.
Prasetyo menjelaskan, Presiden Prabowo bertemu dengan para tokoh masyarakat dalam rangka berdialog dan menyerap masukan terkait berbagai program pemerintah. Ia memastikan seluruh pembahasan dalam pertemuan itu berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara.
"Ndak, ndak ada yang oposisi. Itu kan tokoh-tokoh masyarakat juga yang Bapak Presiden terbuka untuk berdialog, menerima masukan," katanya kepada wartawan di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu, 3 Januari 2026.
Baca Juga: Pemerintah Tegaskan Dukungan bagi BEI dan Aparat Hukum Tindak Pemain Saham Gorengan
Prasetyo menambahkan, dalam kesempatan tersebut Presiden juga memaparkan sejumlah program yang telah dijalankan selama lebih dari satu tahun terakhir, termasuk dalam beberapa bulan terakhir, yang seluruhnya ditujukan untuk kepentingan rakyat serta bangsa dan negara.
"Kemudian juga beliau menjelaskan program-program yang dalam satu tahun lebih, beberapa bulan ini beliau jalankan yang semua memang berorientasi untuk kepentingan rakyat, orientasi untuk kepentingan bangsa dan negara," lanjut Pras.
Ia kemudian mengungkapkan beberapa tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain Peneliti Utama Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro dan mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal (Purn) Susno Duadji.
"Di antaranya ada Profesor Siti Zuhro, ada diskusi mengenai masalah kepemiluan. Kemudian ada Pak Susno, berdiskusi masalah penegakan hukum. Macam-macam di situ ada beberapa banyak," tutur Pras.
Menteri Sektetari Negara Prasetyo Hadi (NTVnews.id)
Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Presiden Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan. Prasetyo juga menegaskan bahwa tidak ada ketua umum partai politik maupun tokoh partai politik yang hadir dalam agenda tersebut.
"Nggak, nggak ada (ketua umum atau tokoh parpol)," imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut Presiden Prabowo sempat bertemu dengan tokoh-tokoh yang disebut sebagai oposisi pemerintah pada Jumat malam. Menurutnya, pertemuan itu membahas kepentingan negara.
"Tadi malam Bapak Presiden dan beberapa tokoh tokoh nasional yang tanda kutip mengatakan oposisi," kata Sjafrie saat memberikan materi kepada anggota Persatuan Wartawan Indonesia dalam kegiatan retret di fasilitas Pusat Kompetensi Bela Negara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan di Cibodas, Rumpiang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dikutip dari Antara, Sabtu, 31 Januari 2026.
Baca Juga: Prabowo Sampaikan Pesan ke Investor: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kokoh
Sjafrie menjelaskan, diskusi tersebut membahas bagaimana negara seharusnya dikelola secara baik oleh seluruh elemen. Ia menilai masih banyak pihak yang kerap membuat kondisi negara tidak optimal, baik dalam pemanfaatan sumber daya alam maupun dalam perputaran keuangan.
Saat ditanya lebih lanjut oleh awak media mengenai siapa saja tokoh yang hadir, Sjafrie mengaku tidak mengetahui secara pasti nama-nama tokoh tersebut.
"Saya tidak tahu namanya, lupa ya. Yang pasti tokoh-tokoh nasional itu sudah menyatakan tidak ada oposisi. Ini masalah komunikasi dan komunikasi itu sudah terjalin," kata dia.
"Yang saya tahu bahwa tokoh tokoh itu menyatakan bahwa sekarang waktunya kedaulatan rakyat kembali," tambahnya.
Menteri Sektetari Negara Prasetyo Hadi (NTVnews.id)