Ntvnews.id, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana menjalani proses demutualisasi menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Demutualisasi ini merupakan langkah perubahan status kelembagaan BEI, dari organisasi yang berbasis keanggotaan menjadi entitas perusahaan yang memungkinkan kepemilikan oleh publik maupun pihak lain.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) disebut sebagai salah satu pihak yang akan ikut mengambil porsi kepemilikan bursa setelah proses demutualisasi selesai.
Danantara pun menyatakan kesiapan untuk masuk sebagai pemegang saham BEI. Namun demikian, CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan bahwa kepemilikan bursa ke depan tidak akan terbatas hanya pada Danantara semata.
Selain Danantara, lembaga keuangan internasional juga berpeluang untuk memiliki saham di BEI.
Baca Juga: Istana Ungkap Tokoh-tokoh yang Lakukan Pertemuan dengan Prabowo di Kertanegara
"Tentunya bukan hanya Danantara, tapi juga dari institusi keuangan dunia lainnya pun akan dibuka. Saya disampaikan seperti itu. Ya, nanti kita lihat yang terbaiknya seperti apa," papar Rosan di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu, 31 Januari 2026.
Kebijakan demutualisasi BEI merupakan keputusan pemerintah sebagai bagian dari upaya pembenahan tata kelola pasar modal nasional. Langkah ini disebut sebagai arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Rencana demutualisasi BEI dijadwalkan mulai dijalankan tahun ini. Kebijakan tersebut dinilai dapat meminimalkan potensi konflik kepentingan antara pengelola bursa dan anggota bursa, sekaligus mencegah praktik-praktik pasar yang tidak sehat.
Baca Juga: Prabowo Sampaikan Pesan ke Investor: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kokoh
Belakangan, BEI juga mendapat sorotan dari sejumlah lembaga internasional terkemuka yang menilai tingkat transparansinya masih kurang. Kondisi itu disebut-sebut turut memicu terjadinya market crash atau kejatuhan pasar modal dalam beberapa hari terakhir.
"Bapak Presiden memerintahkan percepatan reformasi integritas pasar antara lain dengan reform pasar modal secara struktural melalui demutualisasi bursa," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto di tempat yang sama.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani. (Antara)