Rosan Roeslani: Kehadiran RI di WEF Davos 2026 Bagian Strategi Diplomasi Ekonomi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Jan 2026, 06:35
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani berbicara saat pembukaan Pavilliun Indonesia di WEF 2025, Davos, Swiss. ANTARA/HO-BKPM. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani berbicara saat pembukaan Pavilliun Indonesia di WEF 2025, Davos, Swiss. ANTARA/HO-BKPM. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyatakan kehadiran Indonesia dalam Annual Meeting World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, merupakan bagian dari strategi diplomasi ekonomi yang dijalankan secara konsisten untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Dalam pernyataannya di Jakarta, Minggu, 18 Januari 2026, Rosan menjelaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam WEF Davos 2026 yang berlangsung pada 19 Januari 2026 – 22 Januari 2026 melibatkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Danantara Indonesia, serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Rosan, yang juga menjabat sebagai Kepala BKPM dan CEO Danantara Indonesia, menegaskan bahwa kehadiran berbagai institusi tersebut bukanlah langkah sesaat, melainkan kelanjutan dari strategi jangka panjang pemerintah untuk mempromosikan potensi investasi nasional dan memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis global di tengah dinamika ekonomi dunia.

Menurutnya, forum WEF menjadi ruang penting bagi Indonesia untuk menyampaikan arah kebijakan nasional sekaligus menunjukkan kesiapan menghadapi berbagai tantangan global.

Baca Juga: Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

"WEF ini tentunya menjadi momentum yang sangat baik untuk Indonesia, untuk menyampaikan narasi nasional serta rencana-rencana ke depan Indonesia kepada masyarakat global, termasuk kebijakan dan regulasi baru yang sudah dikeluarkan, sebagai pesan bahwa Indonesia terus bergerak maju," ucapnya.

Lebih lanjut, Rosan menyampaikan bahwa dalam WEF Davos 2026 yang mengusung tema “A Spirit of Dialogue”, Indonesia memposisikan diri sebagai mitra dialog yang konstruktif dan solutif di kancah internasional.

Pemerintah, kata dia, menegaskan komitmennya dalam menawarkan stabilitas ekonomi, kepastian kebijakan, serta peluang investasi jangka panjang yang kompetitif sebagai fondasi untuk memperkuat daya saing nasional.

Baca Juga: Perdana Prabowo Bakal Berpidato di WEF 2026 Davos Swiss

Dalam forum tersebut, Indonesia kembali mengedepankan pendekatan Indonesia Incorporated melalui sinergi antara pemerintah, pengelola aset negara, dan dunia usaha.

Kehadiran Indonesia Pavilion dengan tema Indonesia Endless Horizons menjadi sarana promosi investasi terpadu sekaligus penegasan keseriusan Indonesia dalam membangun narasi pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

Selain itu, Indonesia juga akan menggelar Indonesia Night sebagai forum diplomasi ekonomi informal yang mempertemukan para pemimpin dunia, investor global, serta pelaku usaha internasional.

Melalui perpaduan pertunjukan seni dan budaya, Indonesia menegaskan identitasnya sebagai negara dengan kekayaan budaya yang kuat, sekaligus mitra global yang terbuka terhadap kolaborasi berkelanjutan dan berorientasi pada pengembangan ekonomi hijau.

(Sumber: Antara) 

x|close