Ntvnews.id
Dari total transaksi tersebut, sekitar Rp16,8 triliun berasal dari 104 pusat perbelanjaan (mal) yang berpartisipasi, sementara Rp10 triliun lainnya disumbangkan oleh pelaku ritel di luar mal.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung pun menegaskan bahwa FJGS tidak hanya identik dengan program potongan harga, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menjaga optimisme dunia usaha serta memperkuat perekonomian ibu kota.
Saat menghadiri penutupan FJGS 2026 di Pondok Indah Mall (PIM) 3, Jakarta Selatan, Jumat, 24 Juli 2026, Pramono mengatakan festival ini mampu mendorong konsumsi masyarakat sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha dan UMKM.
“FJGS bukan sekadar agenda diskon dan promosi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga optimisme dunia usaha, menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, memperluas pemasaran produk lokal dan UMKM, serta memperkuat Jakarta sebagai destinasi wisata budaya, kuliner, hiburan, dan belanja,” katanya.
Pramono mengungkapkan, nilai transaksi di pusat perbelanjaan meningkat sekitar 5 persen dibandingkan penyelenggaraan FJGS 2025 yang mencatatkan transaksi sebesar Rp15,98 triliun.
Tak hanya itu, cakupan festival tahun ini juga semakin luas dengan melibatkan lebih dari 20.000 penyewa ritel. Jumlah pengunjung pun mengalami peningkatan sekitar lima persen, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap ajang belanja tahunan tersebut.
Pramono Anung Tutup Festival Jakarta Great Sale (NTVNews.id/Adiansyah)
Pada Triwulan I 2026, ekonomi Jakarta tercatat tumbuh 5,59 persen secara tahunan (year on year). Sektor perdagangan menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan tersebut dengan kontribusi mencapai 18,06 persen, menegaskan peran penting aktivitas ritel dalam menopang ekonomi daerah.
Sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan FJGS, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan jaminan pajak reklame kepada 104 pusat perbelanjaan dan pelaku ritel yang ikut berpartisipasi.
Kebijakan tersebut mengacu pada Keputusan Gubernur Nomor 870 Tahun 2025, yang bertujuan meningkatkan partisipasi dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain itu, Pemprov DKI juga memberikan penghargaan kepada pusat perbelanjaan dan pelaku ritel yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi, meningkatkan daya saing, mendukung pemasaran produk lokal, serta menerapkan Gerakan Pilah Sampah sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.
Pramono menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha akan terus diperkuat agar FJGS berkembang menjadi festival belanja berskala internasional.
Menurutnya, sinergi bersama Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), pelaku ritel, UMKM, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan target tersebut.
“Ke depan, kolaborasi dengan APPBI, HIPPINDO, pelaku ritel, UMKM, Bank Indonesia, OJK, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat. FJGS diharapkan berkembang menjadi festival belanja unggulan bertaraf internasional yang mendukung target Jakarta masuk 50 besar kota global pada tahun 2030 dan 20 besar pada tahun 2045,” kata Pramono.
Sementara itu, Ketua Pelaksana FJGS 2026, Mualim Wijoyo, menyampaikan bahwa festival tahun ini tidak hanya menghadirkan program diskon dan promosi, tetapi juga memperkuat fungsi pusat perbelanjaan sebagai ruang interaksi masyarakat sekaligus penggerak ekonomi Jakarta.
Ia mengapresiasi dukungan penuh dari Pemprov DKI Jakarta yang terus menghadirkan berbagai kegiatan untuk mendorong sektor perdagangan.
Menurut Mualim, antusiasme masyarakat sudah terlihat sejak sepekan sebelum puncak acara. Bertepatan dengan masa libur sekolah, berbagai promo dan hadiah berhasil menarik lonjakan pengunjung, bahkan kawasan Bundaran HI dipadati masyarakat saat puncak penyelenggaraan FJGS.
“Kami dari Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengucapkan terima kasih kepada Pemprov DKI Jakarta yang terus menghadirkan berbagai perayaan. Bertepatan dengan libur sekolah, masyarakat dapat menikmati beragam program diskon dan hadiah yang menarik. Antusiasme pengunjung sudah terlihat sejak sepekan sebelum puncak acara. Saat puncak, kawasan Bundaran HI dipadati. Masyarakat Dampak positifnya juga dirasakan oleh kawasan-kawasan di sekitar Jakarta,” kata Mualim.
Pramono Anung (Pemprov DKI)