Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato kunci pada forum World Economic Forum (WEF) 2026 yang akan berlangsung di Davos, Swiss. Agenda tersebut menjadi penampilan pertama Prabowo di forum ekonomi global itu sejak resmi menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
Mengacu pada informasi dari Sekretariat Kabinet, Presiden akan berpidato di hadapan puluhan pemimpin dunia serta ribuan pelaku ekonomi internasional yang hadir dalam pertemuan tahunan tersebut.
"Sementara itu, di Davos, Swiss, Kepala Negara akan menyampaikan pidato kunci di World Economic Forum (WEF) yang rencananya akan dihadiri 61 kepala negara dan pemerintahan, serta lebih dari 1000 peserta," demikian keterangan di akun Instagram @sekretariat.kabinet.
Baca Juga: Dubes Inggris: Kemitraan Strategis Jadi Tujuan Utama Pertemuan Prabowo–PM Starmer di London
Berdasarkan laman resmi WEF 2026, pidato Presiden Prabowo dijadwalkan pada 22 Januari 2026 pukul 14.00 waktu setempat atau sekitar pukul 20.00 WIB. Selain menyampaikan pidato, Prabowo juga akan melakukan dialog strategis dengan sejumlah CEO perusahaan multinasional ternama.
Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Nurul Ichwan, menilai kehadiran Indonesia di WEF merupakan momentum strategis untuk memperkuat citra positif nasional sekaligus menarik minat investor asing.
"Karena kita melihat ini momen yang sangat penting. Kenapa penting? Karena Indonesia sudah sebenarnya dipandang cukup baik dan punya potensial untuk bisa mengundang investasi masuk ke Indonesia karena kita punya kekayaan sumber daya alam, kemudian ekonomi kita juga relatif tumbuh terus dan politik juga stabil, sumber daya manusia juga dengan bonus demografi yang terus kita tingkatkan kualitasnya ini bisa menjadi sesuatu yang menarik bagi mereka," ujar Ichwan.
Prabowo Subianto tiba di London Inggris (Setpres)
Sementara itu, Managing Director Global Relations and Governance Danantara, Mohamad Al-Arief, menyampaikan bahwa Indonesia akan mempromosikan peluang investasi di berbagai sektor prioritas pembangunan nasional.
"Sektor-sektor strategis yang menjadi prioritas kami yang juga strategis menjadi prioritas agenda pembangunan Nasional ya. Kami sangat interested dengan isu-isu transisi energi, ketahanan pangan, dan juga pengembangan industri yang bernilai tambah ya. Kita tentu juga ingin banyak melihat sektor-sektor yang sangat imperative dalam penciptaan lapangan kerja dan juga pertumbuhan inklusif ya," kata Al-Arief dalam laporan detikFinance.
Partisipasi delegasi Indonesia dalam WEF 2026 diharapkan dapat membuka peluang kerja sama serta memperluas kemitraan internasional di berbagai sektor strategis.
Presiden RI Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas melalui konferensi video untuk membahas perkembangan kerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) pada Senin (19/1) waktu setempat. Rapat ini digelar di sela lawatan Prabowo ke London, (DOK)