Ntvnews.id, Teheran - Menteri Luar Negeri Iran pada Sabtu melontarkan kritik keras terhadap keberadaan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk Persia. Ia menilai Washington berupaya mengatur dan menentukan bagaimana Teheran menjalankan aktivitas militernya di sekitar wilayah perbatasan sendiri.
Melalui pernyataan yang diunggah di platform media sosial X, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyinggung jarak geografis antara AS dan Iran. Ia menyertakan peta yang memperlihatkan posisi kedua negara serta menandai Selat Hormuz untuk menegaskan kedekatan Iran dengan jalur perairan strategis tersebut.
“Beroperasi di lepas pantai kami, militer AS kini mencoba mendikte bagaimana Angkatan Bersenjata kami yang kuat harus melakukan latihan menembak di wilayah mereka sendiri,” ujarnya.
Araghchi juga menyindir Komando Pusat AS (CENTCOM) yang menyerukan sikap “profesionalisme” kepada militer Iran, di tengah kebijakan Washington dan Uni Eropa yang menetapkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai organisasi teroris.
“Inilah tingkat absurditas yang kini dihadapi dunia,” tulis Araghchi, sembari menambahkan bahwa sejumlah pemerintah Eropa memilih untuk mengikuti kebijakan tersebut.
Baca Juga: Pentagon dan Gedung Putih Siapkan Beragam Skenario Serangan Militer ke Iran
Ia menegaskan bahwa IRGC selama ini berperan sebagai “pelindung perdamaian dan stabilitas di Teluk Persia dan Selat Hormuz.”
“Di kawasan kami, IRGC dikenal sebagai kekuatan yang disegani dan telah membuktikan diri di medan tempur melawan kelompok teroris maupun kekuatan militer yang melakukan invasi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Araghchi menekankan pentingnya kebebasan navigasi serta keselamatan pelayaran kapal-kapal komersial di Selat Hormuz bagi Iran dan negara-negara di sekitarnya. Menurutnya, kehadiran kekuatan militer dari luar kawasan justru kerap menghasilkan dampak sebaliknya dari yang diklaim, yakni memicu eskalasi ketegangan alih-alih meredakannya.
Bendera Iran ((Antara))
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya kehadiran militer AS di kawasan Teluk Persia serta memanasnya hubungan dengan Iran.
Presiden AS Donald Trump terus mengeluarkan ancaman terhadap Iran dan pada Sabtu menyatakan bahwa Washington telah mengirim armada besar ke arah Iran, dengan kekuatan yang disebut lebih besar dibandingkan pengerahan militer AS ke Venezuela.
Baca Juga: Ketegangan Memanas, Trump Sebut Akan Lanjutkan Pembicaraan dengan Iran
Sebelumnya, pada Kamis, Iran mengumumkan rencana menggelar latihan angkatan laut dengan tembakan langsung di Selat Hormuz pada pekan depan, seiring meningkatnya ketegangan dengan AS dan kekhawatiran akan kemungkinan serangan militer.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur perairan vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Setiap tindakan militer oleh AS dari sumber mana pun dan pada level mana pun akan dianggap sebagai awal perang oleh Iran (Antara)