Ntvnews.id, Bogor - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan alasannya menaruh perhatian mengembangkan industri kelapa sawit. Prabowo menyebut kepala sawit sebagai tanaman ajaib atau miracle crop.
"Kenapa kelapa sawit bagi saya, saya katakan itu miracle crop. It is a miracle crop," kata Prabowo dalam pengarahannya pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC, Bogor, Senin, 2 Februari 2026.
Prabowo menyebut, terdapat pihak yang mengkritiknya karena mengembangkan industri kelapa sawit. Kepala Negara menekankan, kelapa sawit merupakan komoditas strategis bagi Indonesia. Bahkan, Prabowo menyebut banyak pemimpin dunia yang memohon mendapat pasokan crude palm oil (CPO) dari Indonesia.
Baca Juga: Iran Umumkan Sebanyak 2.986 Korban Meninggal Dunia Akibat Demo Nasional
"Saya keliling-keliling. Hampir semua pemimpin negara minta ke saya, 'Kami mohon Indonesia. Tolong supply kelapa sawit. CPO.' Saya ke Mesir, saya ke Pakistan, saya ke Rusia, saya ke Belarus. Di mana-mana. Tolong kelapa sawit. Artinya it's a very strategic commodity," ungkapnya.
Prabowo mengatakan, kelapa sawit tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk minyak kelapa sawit. Dikatakan, terdapat puluhan produk turunan dari komoditas kelapa sawit, seperti cat dinding, roti, hingga sabun.
"Dari kelapa sawit kita bisa punya puluhan derivatif. Cat dinding butuh kelapa sawit. Makanan, roti harus pakai minyak kelapa sawit, dan sebagainya, dan sebagainya, dan sebagainya. Sabun. Berapa miliar rakyat dunia harus mandi tiap hari, kecuali yang malas mandi. Kadang-kadang pasukan komando mandinya sekali dua minggu," katanya.
Baca Juga: Prabowo Ungkap Kekhawatiran Pemimpin Dunia soal Potensi Perang Dunia Ketiga
Tak hanya itu, Prabowo mengatakan, kelapa sawit dapat menjadi biosolar. Hal ini, katanya, yang akan membuat Indonesia terbebas dari ketergantungan impor BBM.
Bahkan, Prabowo mengatakan, limbah kelapa sawit atau jelantah dapat dimanfaatkan untuk avtur. Prabowo meyakini, Indonesia akan menjadi produsen avtur terbesar di dunia.
"Sehingga, maaf bangsa-bangsa lain, saya tutup. Saya larang ekspor limbah kelapa sawit. Ekspor jelantah. Harus untuk kepentingan rakyat Indonesia dulu," katanya.
Prabowo Subianto di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah (NTVnews)