Soal Keterbatasan Lapangan Kerja, Prabowo: Sedang Kita Atasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Feb 2026, 14:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Prabowo Subianto di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah (NTVnews)

Ntvnews.id, Bogor - Presiden Prabowo Subianto merespons berbagai protes masyarakat terkait keterbatasan lapangan kerja serta kesenjangan antara kelompok kaya dan miskin di Indonesia. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut telah menjadi perhatian utama pemerintah dan tengah ditangani secara serius.

"Kelompok kita butuh lapangan kerja. Ada gap antara kaya dan miskin. Kita mengerti, ini sedang kita atasi," kata Prabowo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Senin,  2 Februari 2026.

Kepala Negara menyebut salah satu langkah yang ditempuh pemerintah adalah mendorong pengembangan sektor pariwisata. Menurut Prabowo, sektor ini dinilai paling efektif dalam menyerap tenaga kerja baru serta relatif mudah dan murah untuk dikembangkan.

Baca Juga: Prabowo Ungkap Kekhawatiran Pemimpin Dunia soal Potensi Perang Dunia Ketiga

Namun demikian, Prabowo menilai persoalan sampah menjadi tantangan utama yang harus segera diselesaikan. Ia menyebut kondisi lingkungan yang kotor akan menyulitkan Indonesia menarik minat wisatawan.

"Apakah turis mau datang lihat sampah, apakah dia mau datang kalau Indonesia kumuh?," ujar Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengungkapkan pengalamannya menerima kritik dari seorang jenderal asal Korea Selatan yang baru saja berlibur ke Bali. Menurutnya, jenderal tersebut menilai keindahan Bali kini terganggu oleh persoalan sampah yang belum tertangani dengan baik.

"Saya terima itu sebagai koreksi untuk diatasi bersama," jelas Prabowo.

Prabowo Subianto di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah <b>(NTVnews)</b> Prabowo Subianto di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah (NTVnews)

Untuk menjawab persoalan tersebut, pemerintah menyiapkan strategi besar penanganan sampah, salah satunya melalui pengembangan proyek waste to energy. Presiden menyampaikan proyek ini akan dilaksanakan di 34 kota dan direncanakan segera diluncurkan.

Prabowo juga menegaskan bahwa program tersebut merupakan salah satu investasi terbesar pemerintah dengan nilai mencapai US$3,5 miliar.

"Ini saya minta groundbreaking beberapa bulan dilaksanakan dan saya perkirakan 2 tahun lagi sudah berfungsi. Investasi cukup besar, totalnya US$3,5 miliar untuk 34 titik itu," ungkap Prabowo.

x|close