Di Rakornas, Prabowo Soroti Cara Menyebut Kemiskinan di Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Feb 2026, 13:31
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Prabowo Subianto di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah (NTVnews)

Ntvnews.id, Bogor - Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi kemiskinan di Indonesia serta kecenderungan sejumlah pemangku kepentingan yang dinilainya enggan menyebut secara langsung istilah “miskin” bagi masyarakat kurang mampu. Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Senin, 2 Februari 2026.

"Sekarang para ahli ekonomi ada istilah desil satu, desil dua, desil tiga, desil empat, dan kita kadang-kadang takut bicara apa adanya," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, saat ini juga muncul berbagai istilah lain yang digunakan untuk menggantikan kata miskin, mulai dari prasejahtera hingga istilah berbahasa Inggris, yakni the aspiring middle class.

"Nggak mau kita mengakui, kita nggak mau bilang miskin, nggak enak. Prasejahtera. Miskin, kasihan, nggak enak kita, prasejahtera. Habis itu ada istilah lagi, bahasa Inggrisnya, the aspiring middle class," ujar Prabowo.

Baca Juga: Danantara Dukung Reformasi Total Pasar Modal Demi Pulihkan Kepercayaan Investor

Ia menjelaskan, kategori the aspiring middle class merujuk pada kelompok masyarakat yang sedang berusaha naik dari garis kemiskinan menuju kelas menengah, namun belum sepenuhnya mencapai status tersebut.

Dalam suasana berseloroh, Prabowo menyebut penggunaan istilah-istilah tersebut sebagai upaya Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menjaga semangat dan moral masyarakat yang masih berada dalam kondisi ekonomi sulit.

"Ini BPS pintar juga kalian cari istilah-istilah itu. Tapi saya mengerti saudara tidak mau turunkan moril bangsa Indonesia," kata Prabowo.

Prabowo Subianto di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah <b>(NTVnews)</b> Prabowo Subianto di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah (NTVnews)

Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa realitas kemiskinan harus diakui secara jujur oleh seluruh pemangku kepentingan. Ia meminta kondisi tersebut dijadikan pemicu bagi para kepala daerah dan pejabat pemerintah untuk bekerja lebih keras dalam mengatasi kemiskinan.

"Kita harus berjuang bersama-sama semua unsur semua tingkatan, semua latar belakang, semua partai manapun kita harus bersatu, kita harus berjuang menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia. Kita tidak boleh menyerah, kita tidak boleh takut dengan kesulitan," pungkas Prabowo.

x|close