Prabowo Larang Ekspor Minyak Jelantah Demi Swasembada Energi Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Feb 2026, 16:47
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026. (ANTARA/Fathur Rochman) Presiden Prabowo Subianto menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026. (ANTARA/Fathur Rochman) (Antara)

Ntvnews.id, Bogor, Jawa Barat - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menghentikan ekspor limbah kelapa sawit, termasuk minyak jelantah, guna memastikan seluruh potensi komoditas tersebut dimanfaatkan bagi kepentingan nasional, terutama untuk memperkuat kemandirian energi Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah yang digelar di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti besarnya potensi kelapa sawit Indonesia yang dinilai belum dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan dalam negeri.

"Limbahnya kelapa sawit, jelantah itu bahan untuk avtur. Sehingga, maaf bangsa-bangsa lain, saya tutup. Saya larang ekspor limbah kelapa sawit, ekspor jelantah. Harus untuk kepentingan rakyat Indonesia dulu," tegas Presiden Prabowo.

Menurut Kepala Negara, kelapa sawit merupakan komoditas strategis dengan beragam produk turunan, mulai dari minyak goreng, bahan pangan, produk kebersihan, hingga energi terbarukan seperti biodiesel dan avtur. Keunggulan tersebut membuat kelapa sawit kerap disebut sebagai miracle crop karena kemampuannya menjawab berbagai kebutuhan global.

Baca Juga: Prabowo Sebut Kelapa Sawit Tanaman Ajaib: Hampir Semua Pemimpin Negara Minta ke Saya

Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa permintaan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dari berbagai negara terus meningkat. Hal itu menunjukkan nilai strategis sawit Indonesia di mata dunia. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan rakyat dalam negeri tetap menjadi prioritas utama pemerintah.

Karena itu, bahan baku strategis seperti jelantah sawit diarahkan untuk mendukung pengembangan biodiesel dan avtur nasional. Presiden menilai langkah ini penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Ia menargetkan Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan biodiesel secara mandiri, tetapi juga berpeluang menjadi salah satu produsen avtur terbesar di dunia berbasis sumber daya sawit.

"Yang lebih utama dari kelapa sawit, kita bisa bikin solar. Jadi kita nanti biodiesel. Biosolar itu akan membuat kita bebas dari ketergantungan luar. Yang mau pakai bensin terus, silakan. Ya orang kaya, bayar aja nggak apa-apa, (pakai) harga dunia. Tapi rakyat kita bisa hidup dengan solar," kata Prabowo.

Baca Juga: Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Bersatu Hapus Kemiskinan dan Kesenjangan Sosial

(Sumber: Antara) 

x|close