Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menanggapi kabar penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Namun, ia mengaku belum memperoleh informasi mengenai kejadian tersebut.
"Belum tahu saya," ucapnya singkat di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.
Ketika kembali ditanya mengenai fenomena aksi penyiraman air keras yang menimpa aktivis tersebut, Yusril menyatakan dirinya belum mendapatkan laporan resmi terkait insiden tersebut.
"Saya belum tahu, saya. Belum dapat kabar tentang hal itu, saya. Makasih ya," ujarnya.
Baca Juga: DPRD Sumsel Janji Batalkan Pengadaan Meja Biliar Senilai Rp8,6 Miliar
Ia menambahkan akan terlebih dahulu melakukan koordinasi untuk mengetahui informasi yang lebih jelas mengenai kasus tersebut.
"Ya nanti saya koordinasikan. Saya belum tahu, nanti saya koordinasi dulu ya." jelasnya.
Sebagi informasi, Serangan penyiraman air keras itu "mengakibatkan terjadinya luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata," kata Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya.
Menurut Dimas, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 12 Maret 2026 malam, sekitar pukul 23.00 WIB.
Andrie Yunus. (Instagram)
Saat itu Andrie Yunus baru saja selesai melakukan perekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI), Jakarta.
Tema podcast itu adalah "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia".
IKLAN
Dimas menjelaskan, Andrie Yunus segera dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, untuk mendapatkan penanganan medis.
"Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24%," ungkapnya.
Atas serangan penyiraman air keras tersebut, menurut Dimas, pihaknya menilai merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat, khususnya pembela HAM.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra (NTVnews)