Ntvnews.id, Taheran - Mantan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang meninggal dunia dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu, dijadwalkan dimakamkan pada 9 Juli mendatang.
Dilansir dari AFP, Senin, 15 Juni 2026, televisi pemerintah Iran menyebut prosesi pemakaman Khamenei akan berlangsung di kota kelahirannya, Mashhad, yang juga dikenal sebagai salah satu kota suci di timur laut Iran.
Sebelum dimakamkan, rangkaian upacara penghormatan terakhir akan digelar selama tiga hari di ibu kota Iran, Teheran, mulai 4 Juli mendatang. Setelah itu, prosesi akan berlanjut di kota suci Qom pada 7 Juli sebelum jenazah dibawa ke Mashhad untuk dimakamkan.
Baca Juga: Iran Kembali Tunda Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
Awalnya, pemakaman Khamenei direncanakan berlangsung pada Maret lalu. Namun, pelaksanaannya ditunda akibat situasi perang yang tengah berlangsung.
Seusai wafatnya Khamenei, putranya, Mojtaba Khamenei, ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran pada awal Maret. Dengan pengangkatan tersebut, Mojtaba menjadi sosok ketiga yang menduduki posisi tertinggi dalam sistem Republik Islam Iran sejak negara itu berdiri pada 1979.
Mojtaba Khamenei diketahui mengalami luka-luka dalam serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan ayahnya serta sejumlah pejabat tinggi Iran lainnya. Meski telah resmi menjabat sebagai pemimpin tertinggi, ia belum pernah tampil di hadapan publik sejak pengangkatannya.
Warga berkumpul untuk berkabung atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran, Iran, Minggu, 1 Maret 2026. Media pemerintah Iran mengonfirmasi pada hari Minggu bahwa Pemimpin Tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dal (Antara)