Ntvnews.id, Taheran - Pemerintah Iran kembali menunda prosesi pemakaman pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.
Wali Kota Teheran, Alireza Zakani, menyatakan upacara pemakaman baru akan dilaksanakan setelah berakhirnya 10 hari pertama bulan Muharram.
"(Ini) untuk memberi kesempatan kepada umat Islam menyelesaikan masa berkabung tahunan mereka atas wafatnya Imam Hussein, pemimpin Syiah awal yang dihormati yang gugur dalam pertempuran Karbala pada 680 M," demikian laporan AFP yang dikutip dari Fars News, Sabtu, 13 Juni 2026.
Sebelumnya, para pejabat Iran memperkirakan sekitar 20 juta orang akan menghadiri prosesi pemakaman Khamenei.
Dengan keputusan penundaan terbaru tersebut, pemakaman diperkirakan berlangsung pada 10 hari kedua bulan Muharram, yakni antara 26 Juni hingga 5 Juli mendatang.
Baca Juga: Iran Persiapkan Pemakaman Kenegaraan Ayatollah Ali Khamenei Setelah Berbulan-bulan Tertunda
Pemerintah Iran sejatinya telah beberapa kali mengubah jadwal pemakaman. Awalnya, upacara direncanakan berlangsung pada 4 Maret. Namun, jadwal tersebut dibatalkan karena konflik yang terus berlanjut.
Selanjutnya, Teheran menjadwalkan kembali prosesi pemakaman pada tiga hari pertama bulan Muharram, yang diperkirakan jatuh pada 19 Juni. Akan tetapi, rencana itu kembali ditunda menyusul masih berlangsungnya serangan militer Amerika Serikat.
Khamenei memimpin Iran selama 37 tahun dan menjadi figur sentral dalam sistem politik negara tersebut. Ia dilaporkan tewas dalam serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.
Setelah peristiwa itu, Iran melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah target Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat di beberapa negara Arab.
Selain itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran juga mengambil langkah dengan menutup jalur perdagangan strategis di Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya menekan negara-negara yang dianggap menjadi lawannya dalam konflik tersebut.
Arsip - Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. ANTARA/Xinhua/HO-Kantor Pemimpin Tertinggi Iran/aa. (Antara)