Iran Persiapkan Pemakaman Kenegaraan Ayatollah Ali Khamenei Setelah Berbulan-bulan Tertunda

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Mei 2026, 10:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Massa menghadiri pertemuan untuk menyatakan kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei di Lapangan Enghelab di Teheran, Iran, Senin (9/3/2026). /ANTARA/Xinhua/Shadati/aa. Massa menghadiri pertemuan untuk menyatakan kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei di Lapangan Enghelab di Teheran, Iran, Senin (9/3/2026). /ANTARA/Xinhua/Shadati/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Pemerintah Iran mulai mematangkan persiapan untuk menggelar upacara pemakaman kenegaraan bagi mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Prosesi tersebut baru dipersiapkan setelah sebelumnya mengalami penundaan cukup lama akibat konflik yang dipicu serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Dilansir dari AFP, Minggu, 31 Mei 2026, meski jadwal pelaksanaan pemakaman belum diumumkan secara resmi, otoritas Iran telah membentuk satuan tugas khusus yang bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh rangkaian acara.

Televisi pemerintah Iran mengutip pernyataan Kepala Dewan Koordinasi Propaganda Islam, Mohsen Mahmoudi, yang menyebut berbagai lembaga negara kini tengah menyusun persiapan teknis dan administratif untuk pelaksanaan upacara tersebut.

"Berbagai organisasi sedang berupaya menyediakan kondisi yang diperlukan, agar setelah diumumkan secara resmi, upacara megah dapat diadakan," kata Mahmoudi.

Sebelumnya, Iran sempat mengadakan sejumlah acara penghormatan bagi Khamenei pada April lalu. Namun, pemakaman resmi tingkat negara belum dapat dilaksanakan karena situasi perang yang masih berlangsung saat itu.

Baca Juga: Lebih dari 7 Pekan Wafat, Iran Belum Makamkan Ayatollah Ali Khamenei, Kenapa?

Khamenei, yang memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade, dilaporkan tewas dalam gelombang pertama serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Dalam serangan yang sama, putranya sekaligus penerus kepemimpinan Iran saat ini, Mojtaba Khamenei, disebut mengalami luka-luka. Hingga kini, Mojtaba belum banyak tampil di hadapan publik sejak mengambil alih posisi tersebut.

Kematian Khamenei menjadi peristiwa besar yang mengubah dinamika politik Iran dan kawasan Timur Tengah.

"Diumumkan kepada rakyat Iran bahwa Yang Mulia Ayatollah Agung Imam Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Revolusi Islam, telah gugur sebagai syahid dalam serangan gabungan yang dilancarkan oleh Amerika dan rezim Zionis pada pagi hari Sabtu, 28 Februari," lapor Tasnim News.

Ali Khamenei meninggal dunia pada usia 86 tahun. Wafatnya tokoh tersebut sekaligus mengakhiri kepemimpinan yang telah berlangsung selama 26 tahun sebagai pemimpin tertinggi negara.

Selama berkuasa, Khamenei menjadi sosok yang memunculkan pandangan berbeda di kalangan masyarakat Iran. Para pendukungnya menilai ia sebagai pemimpin yang menjaga stabilitas negara dan mempertahankan nilai-nilai Revolusi Islam. Sebaliknya, kelompok oposisi kerap mengkritiknya sebagai pemimpin yang otoriter.

Arsip - Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei. ANTARA/Xinhua/aa. <b>(Antara)</b> Arsip - Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei. ANTARA/Xinhua/aa. (Antara)

Khamenei mulai memimpin Iran pada 1989 setelah wafatnya Ruhollah Khomeini, tokoh yang memimpin Revolusi Islam Iran dan mendirikan sistem pemerintahan Republik Islam.

Lahir di Mashhad pada 1939, Khamenei berasal dari keluarga religius yang memiliki pengaruh di kalangan ulama Syiah. Ia menghabiskan masa mudanya dengan menempuh pendidikan agama sebelum melanjutkan studi ke pusat-pusat pendidikan Syiah terkemuka di Najaf dan Qom.

Baca Juga: Trump Klaim Ada Kemajuan Negosiasi dengan Iran, Tak Libatkan Mojtaba Khamenei

Di Qom, Khamenei menjalin hubungan dekat dengan Khomeini dan aktif dalam gerakan yang menentang pemerintahan Dinasti Pahlavi. Aktivitas politiknya membuat ia beberapa kali ditangkap oleh polisi rahasia SAVAK dan sempat diasingkan ke wilayah terpencil.

Setelah Revolusi Iran berhasil menggulingkan pemerintahan Shah Pahlavi, karier politik Khamenei terus menanjak hingga akhirnya menjadi pemimpin tertinggi negara. Kini, beberapa bulan setelah wafatnya, Iran bersiap menggelar upacara pemakaman besar sebagai penghormatan terakhir kepada salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah modern negara tersebut.

x|close