Trump Belum Puas dengan Tawaran Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Mei 2026, 07:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. /ANTARA/Anadolu Agency/pri. Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. /ANTARA/Anadolu Agency/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dirinya belum puas dengan proposal yang diajukan Iran dalam upaya mencapai kesepakatan damai di tengah proses negosiasi konflik di Timur Tengah yang masih berlangsung.

Dalam rapat kabinet di Gedung Putih pada Rabu, 27 Mei 2026, waktu setempat, Trump menegaskan bahwa dirinya tidak terburu-buru untuk segera mengakhiri konflik di kawasan tersebut, meski sebelumnya sempat menyebut kesepakatan damai hampir tercapai.

"Iran sangat berniat, mereka sangat ingin membuat kesepakatan. Sejauh ini mereka belum mencapainya. Kami belum puas dengan hal itu, tetapi kami akan puas," kata Trump dikutip dari AFP, Jumat, 29 Mei 2026.

Ia juga menyebut Amerika Serikat masih memiliki opsi lain apabila jalur diplomasi tidak menghasilkan kesepakatan yang diharapkan.

"Pilihan lainnya adalah kami harus menyelesaikan pekerjaan ini," ujarnya.

Pernyataan tersebut merujuk pada kemungkinan lanjutan operasi militer yang sebelumnya dilakukan AS bersama Israel pada 28 Februari dan sempat dihentikan sementara pada April.

Trump menilai Iran saat ini berada dalam posisi tertekan dalam proses negosiasi yang berlangsung.

Baca Juga: Trump Ancam Oman soal Selat Hormuz, AS Siap Ambil Tindakan Tegas

Sebelumnya, media pemerintah Iran melaporkan adanya rancangan nota kesepahaman (MoU) dengan Washington yang mencakup pencabutan blokade laut, pemulihan jalur pelayaran di Selat Hormuz, hingga penarikan pasukan AS dari kawasan Teluk. Namun, Gedung Putih membantah laporan tersebut dan menyebutnya sebagai "kebohongan total."

Trump juga menegaskan bahwa dirinya tidak terpengaruh oleh agenda pemilu paruh waktu di AS meski tekanan ekonomi meningkat akibat konflik tersebut.

"Saya tidak peduli dengan pemilihan paruh waktu," ujarnya.

Ia menuding Iran menunda kesepakatan dengan harapan perubahan politik di Amerika Serikat.

"Mereka pikir mereka bisa menunggu sampai masa jabatan saya habis, Anda tahu, 'kita tunggu saja dia, dia punya pemilihan paruh waktu,'" kata Trump.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut pembicaraan dengan Iran menunjukkan perkembangan tertentu.

Arsip foto - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara kepada pers di Washington DC. (Foto: ANTARA/Anadolu Ajensi/pri) <b>(Antara)</b> Arsip foto - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara kepada pers di Washington DC. (Foto: ANTARA/Anadolu Ajensi/pri) (Antara)

"Kita akan melihat dalam beberapa jam dan hari ke depan apakah kemajuan dapat dicapai," kata Rubio.

Trump juga kembali menegaskan sikap keras terkait Selat Hormuz, jalur penting perdagangan minyak dunia, dengan menolak gagasan pengelolaan bersama oleh Iran dan negara lain termasuk Oman.

"Oman akan bersikap sama seperti yang lain atau kami harus menghancurkan mereka," kata Trump.

Ia juga mengaitkan potensi kesepakatan dengan Iran dengan dorongan normalisasi hubungan negara-negara Timur Tengah dengan Israel melalui Kesepakatan Abraham.

Baca Juga: Dalam Hitungan Minggu, 3 Penembakan Sasar Trump dan JD Vance di Washington

"Saya tidak yakin kami harus membuat kesepakatan jika mereka tidak menandatanganinya," kata Trump.

Trump kembali menegaskan tujuan utama kebijakan AS adalah mencegah Iran memiliki senjata nuklir, meski ia membuka peluang kesepakatan sementara terkait isu uranium.

"Ya, saya bersedia untuk beberapa bagian darinya, karena ini adalah memorandum kesepahaman demi kecepatan," ujar Trump.

Namun ia menegaskan tidak akan menerima jika pengelolaan uranium Iran berada di tangan Rusia atau China.

x|close