Ntvnews.id, Jakarta - Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menyampaikan pernyataan tegas saat ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat dengan aksi saling serang.
Dalam pernyataannya, Mojtaba menegaskan bahwa Israel tidak akan mampu bertahan lama menghadapi serangan yang terus dilancarkan Iran.
"Rezim zionis yang goyah tinggal memiliki beberapa hari lagi (sebelum berakhir)," demikian pernyataan Mojtaba Khamenei, dikutip dari Al Jazeera, Selasa, 9 Juni 2026.
ran kembali meluncurkan serangan rudal ke wilayah utara yang diduduki Israel. Teheran menyebut aksi tersebut sebagai respons terhadap operasi militer Israel di Lebanon.
"(Ini tanggapan terhadap) pembunuhan dan pengusiran besar-besaran orang-orang tertindas di wilayah Tyre dan Nabatieh di Lebanon selatan," demikian rilis IRGC.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga memperingatkan akan mengambil tindakan lebih keras apabila Israel tetap melanjutkan serangannya ke Lebanon.
"Operasi malam ini adalah peringatan, dan jika agresi tersebut diulangi, tanggapannya akan lebih luas dan akan mencakup semua target Amerika-Zionis di wilayah tersebut," demikian menurut IRGC.
Baca Juga: BPOM Dorong Inovasi Obat Bahan Alam Lewat PUSAKA dan BRIDGE di Hari Jamu Nasional
Tak lama setelah serangan tersebut, Israel melancarkan serangan balasan melalui operasi udara yang melibatkan sejumlah jet tempur. Militer Israel mengklaim telah menyerang kompleks petrokimia Mahshahr, yang dilaporkan mengalami kerusakan cukup serius akibat serangan itu.
Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter, menyatakan bahwa tindakan militer Israel dilakukan sebagai respons atas serangan yang lebih dulu dilakukan Iran.
"Semua orang sudah muak dengan rezim Iran yang gila ini," kata Leiter.
"Tak ada negara yang bermartabat di dunia yang akan mentolerir serangan seperti itu, dan Israel pun tak akan mentoleransinya," sambungnya.
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sempat menyetujui permintaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menunda operasi militer terhadap Iran.
Namun, Netanyahu pada akhirnya tetap melanjutkan serangan balasan ke Iran pada pagi hari.
Militer Israel menyebut serangan itu menyasar sejumlah "target militer" di Iran. Sementara media pemerintah Iran
Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei. /ANTARA/Xinhua/aa. (Antara)