Pemimpin Tertinggi Iran Sindir Negara Arab Jad Boneka Amerika di Timur Tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Mei 2026, 06:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei. /ANTARA/Xinhua/aa. Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei. /ANTARA/Xinhua/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei melontarkan sindiran keras kepada negara-negara Arab yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat. Ia menyebut fasilitas militer tersebut sebagai “pangkalan-pangkalan boneka Amerika”.

Pernyataan itu disampaikan melalui pesan terbaru yang dibacakan oleh televisi pemerintah Iran pada Kamis, 20 April 2026. Dalam pidatonya, Khamenei menilai kehadiran militer AS di Timur Tengah menjadi sumber utama ketidakstabilan kawasan.

Menurutnya, situasi tersebut semakin terlihat jelas setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan itu kemudian dibalas Teheran dengan menargetkan pangkalan dan aset militer AS di berbagai titik kawasan Timur Tengah.

"Telah terbukti ... kehadiran pihak asing Amerika dan keberadaan mereka di wilayah Teluk Persia merupakan faktor paling utama penyebab ketidakamanan di kawasan," ujar Mojtaba Khamenei seperti dikutip dari Al Jazeera, Jumat, 1 Mei 2026.

"Pangkalan-pangkalan boneka Amerika bahkan tidak memiliki kekuatan dan kapasitas untuk menjamin keamanan mereka sendiri, apalagi memberi harapan bahwa Amerika dapat menyediakan keamanan bagi pihak-pihak yang bergantung padanya serta mereka yang pro-Amerika di kawasan," ujarnya.

Baca Juga: Iran Bantah Cedera Parah Mojtaba Khamenei, Sebut Hanya Luka Ringan di Kaki

Khamenei juga menegaskan Iran akan terus menjaga keamanan kawasan Teluk Persia dan menghentikan apa yang disebutnya sebagai penyalahgunaan jalur perairan oleh musuh.

Ia menambahkan bahwa sistem pengelolaan baru di Selat Hormuz nantinya diklaim dapat menghadirkan stabilitas, kemajuan, dan manfaat ekonomi bagi negara-negara di kawasan Teluk Persia.

Mojtaba Khamenei diketahui menggantikan posisi mendiang ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu. Namun sejak pengangkatannya, ia belum pernah tampil langsung di hadapan publik.

Selama ini, pernyataan Khamenei hanya disampaikan melalui media sosial maupun pesan tertulis yang dibacakan lembaga penyiaran pemerintah Iran. Kondisi tersebut memunculkan spekulasi terkait keberadaannya, terutama setelah intelijen AS sempat meyakini dirinya berada dalam kondisi kritis.

x|close