Ntvnews.id, Jakarta - Aliansi BEM Bersatu mempertanyakan independensi gerakan mahasiswa akhir-akhir ini. Utamanya mereka mempertanyakan independensi dari mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto.
Aksi dari BEM Bersatu ini lantas direspons warganet. Justru independensi mereka yang dipertanyakan balik oleh netizen. Salah satu perwakilan kampus yang hadir pun 'dikuliti'.
"Terlepas dari universe mana mereka berasal, harus kita apresiasi karena mereka dapat liputan dari berbagai media nasional tanpa harus turun ke jalan. Hal yang sulit diraih oleh kawan-kawan BEM UI dengan berbagai aliansinya," tulis akun Instagram @critical.collapse, Rabu, 17 Juni 2026.
Apalagi, tuntutan Aliansi BEM Bersatu dinilai bukannya malah membela kepentingan rakyat.
"Ketika BEM UI dkk berikan tuntutan kepada para pejabat sebagai aspirasi rakyat, BEM Konferensi Pers ini malah senggol mahasiswa lain entah mewakili siapa?" tuturnya.
Baca Juga: Hari Ini Masih Ada Demo di DPR hingga Bundaran HI hingga Kantor BGN
Sejumlah foto pembanding kedua kubu juga diunggah akun tersebut. Foto-foto dan keterangannya itu nampak mencemooh aksi Aliansi BEM Bersatu.
Tak ayal, unggahan ini mengundang banyak komentar dari warganet. Mayoritas mempertanyakan balik independensi dari Aliansi BEM Bersatu.
"Itu bocah UNPAM ngapain di situ anj**g. Padahal UNPAM gak ada organisasi BEM," kata akun @mhmmd.alfajri_.
"BEM pembela koruptor," komentar @fah_rim711.
"Aura 14 itu nganggurnya kuat bet," lanjut akun @baktisaputra.
Salah seorang warganet juga mempertanyakan mobil Toyota Fortuner yang digunakan Tiyo, yang disebut dipasang GPS. Aliansi BEM Bersatu sempat menyebut bahwa mobil tersebut milik keluarga purnawirawan jenderal TNI yang terkait dengan kelompok partai politik tertentu. Pernyataan itu juga direspons netizen.
"Keren ya BEM berempat belas itu bisa tahu siapa pemilik mobil. Itu BEM apa mata elang?" kata @kurnewton.
"Malu-maluin almet," komentar @mega_salsabillah.
Sebelumnya, selain menuding Tiyo terafiliasi dengan kelompok politik tertentu, Aliansi BEM Bersatu menyampaikan sejumlah tuntutan. Tuntutan ini antara lain:
1. Mendesak sterilisasi gerakan mahasiswa dari pendanaan, fasilitas, dan segala bentuk intervensi politik praktis.
2. Mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis dengan catatan perbaikan tata kelola agar tepat sasaran dan akuntabel.
3. Mendukung pengusutan tuntas koruptor tanpa pandang bulu serta mengajak seluruh mahasiswa Indonesia mengawal proses hukum secara kritis dan objektif.
Aliansi BEM Bersatu sendiri terdiri dari 10 perwakilan perguruan tinggi, di antaranya:
1. Wildan Ricky (Ketua BEM Fakultas Hukum UNISIA)
2. Muhammad Yani (BEM Fakultas Hukum UIJ)
3. Ardi Zulkifly (Ketua BEM FISIP UNAS)
4. Ardiansyah (Ketua BEM institut Al- Aqidah)
5. Ahmad Ghazy (BEM Psikologi UNJ)
6.Alfi (Ketua BEM FEB UNPAM)
7. Rahmat Djimbula (Ketua BEM Hukum UIC)
8. Dicky (BEM F.IPS Unindra)
9. Ahmad (BEM Fakultas Tekhnik Universitas BSI)
10. Rezky Anandar (BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Managemen Administrasi Institut STIAMI).
Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu (NTVnews)