Jutaan Warga Iran Gelar Peringatan 40 Hari Wafatnya Ayatollah Khamenei

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Apr 2026, 07:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Warga berkumpul untuk berkabung atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran, Iran, Minggu, 1 Maret 2026. Media pemerintah Iran mengonfirmasi pada hari Minggu bahwa Pemimpin Tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dal Warga berkumpul untuk berkabung atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran, Iran, Minggu, 1 Maret 2026. Media pemerintah Iran mengonfirmasi pada hari Minggu bahwa Pemimpin Tertingginya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dal (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Jutaan warga Iran turun ke jalan di Teheran serta berbagai wilayah lainnya untuk memperingati 40 hari wafatnya Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer dan anak-anak sekolah di Minab.

Aksi berkabung tersebut dimulai pada Kamis, 9 April 2026, dengan iring-iringan massa yang berjalan dari Lapangan Jomhouri menuju lokasi di mana Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan yang disebut sebagai aksi teror oleh Amerika Serikat dan Israel.

“Upacara, yang akan berakhir pada malam hari, akan menyaksikan para pelayat meneriakkan slogan-slogan, mendengarkan pidato penghormatan untuk mengenang almarhum Pemimpin Tertinggi, dan menyatakan kesetiaan mereka pada cita-citanya,”  sebagaimana dilansir dari Press TV, Jumat, 10 April 2026.

Kegiatan serupa juga digelar di ratusan kota dan kabupaten di seluruh Iran sebagai bentuk penghormatan nasional.

Ayatollah Ali Khamenei disebut tewas bersama sejumlah anggota keluarganya pada 28 Februari, bertepatan dengan hari pertama serangan yang diklaim dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Selain itu, beberapa tokoh militer penting Iran juga dilaporkan menjadi korban, di antaranya Abdolrahim Mousavi, Ali Shamkhani, dan Mohammad Pakpour.

Baca Juga: Profil Mojtaba Khamenei, Putra Ayatollah Khamenei yang Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

Serangan tersebut juga disebut menyasar infrastruktur sipil dan fasilitas energi, mengakibatkan ratusan korban jiwa. Salah satu insiden paling mematikan terjadi ketika militer AS dilaporkan menyerang sebuah sekolah dasar di Minab, yang menewaskan lebih dari 170 warga sipil, sebagian besar anak-anak.

Sebagai respons, angkatan bersenjata Iran segera meluncurkan serangan balasan berupa rudal dan drone yang menyasar wilayah yang dikuasai Israel serta aset-aset AS di kawasan.

Setelah lebih dari 100 gelombang serangan balasan, Supreme National Security Council of Iran (SNSC) mengumumkan tercapainya kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan yang dimediasi oleh Pakistan, setelah pihak AS menerima proposal 10 poin dari Iran.

Foto yang dirilis ini, diambil di Teheran pada 30 Oktober 2024, menunjukkan Mojtaba Khamenei, putra dari pemimpin tertinggi Iran yang telah terbunuh, Ayatollah Ali Khamenei. (Kantor Pemimpin Tertinggi / AFP) <b>(Times of Israel)</b> Foto yang dirilis ini, diambil di Teheran pada 30 Oktober 2024, menunjukkan Mojtaba Khamenei, putra dari pemimpin tertinggi Iran yang telah terbunuh, Ayatollah Ali Khamenei. (Kantor Pemimpin Tertinggi / AFP) (Times of Israel)

Dalam pernyataan terbarunya, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan bahwa wafatnya Khamenei tetap memiliki dampak besar, setara dengan peran yang ia jalankan selama hidup dalam memperkuat Revolusi Islam dan Republik Islam.

Pernyataan tersebut juga menyoroti persatuan rakyat Iran, kekuatan lembaga negara, serta rangkaian serangan balasan militer sebagai bagian dari dampak perjuangan sang pemimpin dalam menghadapi konflik yang disebut sebagai perang yang dipaksakan.

Selain itu, disebutkan bahwa pemikiran dan kepemimpinan Khamenei dalam bidang perlawanan, kemerdekaan, keadilan, hingga spiritualitas telah membentuk fondasi sistem pemerintahan yang komprehensif di Iran.

x|close