Gedung KONI Ambruk Saat Gempa Guncang Manado, Warga Panik Berlarian Selamatkan Diri

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Apr 2026, 07:47
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
   Ilustrasi gempa. (ANTARA/Xinhua) Ilustrasi gempa. (ANTARA/Xinhua) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepanikan melanda warga di sejumlah wilayah Sulawesi Utara setelah gempa bumi berkekuatan besar mengguncang kawasan tersebut pada Kamis pagi. Di tengah guncangan yang terjadi tiba-tiba, sebuah bangunan penting di Kota Manado dilaporkan roboh, memicu kepanikan yang semakin meluas.

Getaran kuat mulai terasa saat sebagian warga masih berada di dalam rumah. Guncangan yang awalnya ringan dengan cepat berubah menjadi hentakan keras, membuat perabotan berjatuhan dan bangunan bergoyang hebat. Warga pun spontan berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

Situasi paling dramatis terjadi di kawasan Sario, Manado, ketika Gedung KONI dilaporkan ambruk akibat tidak mampu menahan kuatnya gempa. Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik runtuhnya bangunan tersebut, diiringi teriakan histeris warga yang berlarian menjauh dari lokasi.

Dalam salah satu video, tampak seorang perempuan tergeletak di antara reruntuhan, diduga menjadi korban terdampak ambruknya bangunan. Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun luka-luka akibat insiden tersebut.

Baca Juga: Kekhawatiran Pasokan Plastik Picu Panic Buying, Penjualan Kantong Sampah di Korsel Melonjak Tajam

Berdasarkan data awal dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gempa terjadi sekitar pukul 05.48 waktu setempat dengan kekuatan berkisar antara magnitudo 7,3 hingga 7,6. Pusat gempa berada di laut, sekitar 120 kilometer tenggara Bitung, dengan kedalaman bervariasi antara 18 hingga 62 kilometer.

Dampak gempa dirasakan di berbagai wilayah. Di Ternate, guncangan mencapai skala V–VI MMI yang membuat warga kesulitan berdiri. Sementara di Manado berada pada level IV–V MMI, dan Gorontalo merasakan getaran dengan intensitas lebih rendah.

Tak lama setelah gempa, peringatan dini tsunami sempat dikeluarkan. Sejumlah wilayah pesisir seperti Bitung, Ternate, dan Tidore masuk dalam status siaga, sementara daerah lain berada dalam kategori waspada. Kondisi ini membuat warga di kawasan pantai bergegas mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Jalanan yang sebelumnya lengang berubah menjadi ramai dalam waktu singkat. Warga meninggalkan rumah tanpa sempat membawa banyak barang, fokus menyelamatkan diri dan keluarga di tengah situasi yang serba tidak pasti.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melakukan evakuasi mandiri jika berada di wilayah rawan, tanpa menunggu instruksi lanjutan. Pengalaman bencana sebelumnya menunjukkan bahwa potensi gelombang tsunami bisa datang dalam waktu singkat setelah gempa besar terjadi.

Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan proses evakuasi dan pendataan di sejumlah titik terdampak, termasuk di lokasi runtuhnya Gedung KONI. Pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan situasi guna memastikan keselamatan warga.

x|close