Ntvnews.id, Jakarta - Keluarga Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon di Dusun Ledok, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, telah menyiapkan lokasi pemakaman di tempat pemakaman umum (TPU) kampung halaman mereka, sambil menunggu kepastian kepulangan jenazah dari Lebanon.
Hingga kini, belum ada informasi terbaru terkait jadwal pemulangan jenazah prajurit yang gugur saat menjalankan tugas sebagai pasukan perdamaian tersebut. Dukuh Ledok, Wakidi, menyebut pihak keluarga dan warga masih menanti kabar resmi.
"Belum ada pemberitahuan lagi. Belum ada (info terbaru)," kata Wakidi, Rabu (1/4).
Sesuai permintaan keluarga, Farizal akan dimakamkan di pemakaman umum Nambangan yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumah duka. Lokasi ini telah ditentukan sebagai tempat peristirahatan terakhirnya.
Baca Juga: Harga Gas Uni Eropa Naik 70 Persen Akibat Perang Iran-AS dan Israel
"Di makam umum di sini, di Nambangan. Kurang lebih seribu meter (jaraknya)," katanya.
Meski lokasi pemakaman telah ditetapkan, proses persiapan seperti penggalian liang lahat belum dilakukan. Keluarga masih menunggu arahan lebih lanjut terkait kepulangan jenazah.
"Belum ada dawuh (arahan)," bebernya.
Di tengah suasana duka, warga mengenang sosok Farizal sebagai pribadi yang tetap dekat dengan lingkungan tempat tinggalnya. Meski bertugas hingga ke luar negeri, ia dikenal aktif membantu kegiatan di kampung.
"Sering membantu karang taruna di dusun ini," katanya.
Pertemuan terakhir Wakidi dengan Farizal terjadi saat Salat Idul Fitri pada Lebaran 2025. Saat itu, Farizal sempat berpamitan sebelum berangkat menjalankan tugas di Lebanon.
Sebelumnya, Komandan Brigade Infanteri 25/Siwah, Kolonel Dimar Bahtera, juga telah melayat ke rumah duka pada Selasa (31/3). Ia menyampaikan kronologi yang diterimanya terkait gugurnya Farizal.
Baca Juga: Makin Ekstrem, Pinkan Mambo Ngamen Sambil Rebahan di Jalanan
"Jadi waktu salat, jadi bukan waktu Salat Subuh tapi pada saat Salat Isya. Jadi ketika Salat Isya yang bersangkutan sedang melaksanakan salat dan di situ sedang ada mortir ya, artileri yang jatuh di samping masjid. Kurang lebih seperti itu," kata Dimar.
Pihak keluarga memastikan Farizal akan dimakamkan di kampung halamannya dengan upacara militer sebagai bentuk penghormatan dari negara. Rencananya, upacara tersebut akan dipimpin langsung oleh Kolonel Dimar.
"Pemakamannya di sini sesuai dengan permintaan keluarga. Penghormatan dari negara itu ada upacara kehormatan, penghormatan pemakaman secara militer. Dan nanti saya rencananya yang akan memimpin upacara," pungkasnya.
Sementara itu, istri Farizal yang saat ini berada di Aceh dijadwalkan segera tiba di Kulon Progo untuk mendampingi proses pemakaman. Ia akan menempuh perjalanan dari Bireuen menuju Medan, sebelum melanjutkan penerbangan ke Yogyakarta pada 2 April.
"Nanti rencana besok (hari ini) dari Bireuen menuju Medan, kemudian tanggal 2 perjalanan dari Medan ke sini," bebernya.
Praka Farizal Rhomadhon (Instagram)