Teman SD Kenang Sosok Marsinah: Rajin Sekolah dan Sering Bantu Nenek

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Mei 2026, 20:35
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis & Editor
Bagikan
MuseumMarsinah di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur. (Foto: Istimewa) MuseumMarsinah di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur. (Foto: Istimewa) (Istimewa)

Ntvnews.id, Nganjuk - Sudarmi, teman SD Marsinah, mengenang tokoh buruh yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional ini sebagai anak yang rajin sekolah dan senang membantu neneknya sejak kecil.

Kenangan itu dia sampaikan usai peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

"Anaknya tuh rajin. Sekolah bareng, itu ya kalau sekolah kan rajin, anaknya ya senang," kenang Sudarmi.

Sudarmi juga mengingat Marsinah yang kerap membantu neneknya sepulang sekolah. "Bantu neneknya, terus pulang sekolah," lanjutnya.

Sudarmi mengaku senang dan terharu perjuangan sahabat masa kecilnya kini dikenang melalui sebuah museum yang diresmikan langsung Presiden Prabowo.

"Ya seneng bangetlah bisa kayak gini," ujarnya.

Menurut Sudarmi, kehadiran Prabowo di Nganjuk menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga.

Tak lupa, Sudarmi turut mendoakan Prabowo agar senantiasa sehat selalu, banyak rezeki dan semakin jaya memimpin bangsa Indonesia.

"Semoga Pak Presiden sehat selalu banyak rezeki, semoga makin jaya Pak Presiden," ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). (Foto: BPMI Setpres) Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). (Foto: BPMI Setpres)

Kompleks Museum Pahlawan Nasional Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, berdiri di atas lahan seluas 938,6 meter persegi.

Museum ini terdiri atas dua bangunan utama, yakni gedung museum dan rumah singgah. 

Di museum ini, sejumlah koleksi pribadi Marsinah terpajang mulai dari sepeda onthel yang digunakannya semasa sekolah, seragam kerja pabrik, tas, dompet, ijazah, hingga piagam penghargaan dari berbagai organisasi buruh.

Barang-barang itu menuturkan perjalanan hidup Marsinah, dari masa kecilnya di Nganjuk hingga perjuangannya sebagai buruh pabrik di Sidoarjo.

Museum ini bukan sekadar tempat menyimpan kenangan. Rumah singgah yang ada di kompleks yang sama disiapkan sebagai tempat istirahat gratis bagi para buruh yang datang berziarah ke makam Marsinah setiap peringatan Hari Buruh, 1 Mei. 

Dengan empat kamar tidur, dapur, dan ruang tamu, fasilitas ini mencerminkan semangat solidaritas yang selama ini menjadi roh perjuangan buruh Indonesia.

Museum Marsinah pun dirancang bukan hanya sebagai ruang pamer, melainkan sebagai pusat edukasi dan titik temu bagi gerakan buruh dari seluruh penjuru negeri.

Sebuah prasasti besar bertuliskan nama presiden telah terpasang di teras museum, menandai betapa pentingnya tempat ini sebagai penghormatan negara atas jasa Marsinah.

Kehadiran museum ini juga diharapkan dapat mengangkat Desa Nglundo sebagai destinasi wisata edukasi, sekaligus menjaga agar nama dan perjuangan Marsinah terus hidup dalam ingatan bangsa.

x|close